Keberanian dalam Pembangunan Ekonomi

by



Pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk saat ini memang cukup bagus, pemerintah kita juga cukup optimis untuk pertumbuhan ekonomi diatas 6 % per tahun. Namun seharusnya kita jangan hanya melihat dari pertumbuhan ekonomi suatu Negara, memang peningkatan GDP kita makin tahun makin membaik, tapi kita juga harus meningkatkan inovasi-inovasi kita dibidang iptek, pemerataan didalam masyarakat, hingga yang sesungguhnya ditujukan adalah bukan hanya semata-mata pertumbuhan ekonomi, tapi pembangunan ekonomi.


Untuk Negara Indonesia pembangunan ekonomi seharusnya sudah menjadi agenda pemerintah sejak dulu, mungkin pada zaman soeharto kita telah mengenal pembangunan-pembangunan berencana, seperti repelita, tapi apakah hal itu terealisasi ?


Mungkin pada awalnya pembangunan pada masa itu sangat bagus, tapi bagaimana kita merealisasikan pembangunan ekonomi samapi tujuan akhir repelita tersebut. Apakah karena factor eksternal, seperti hutang luar negeri beserta bunga-bunganya yang sudah jatuh tempo tidak dapat dilunasi dan akhirnya pembangunan kita sedikit terhenti.

Dengan melihat factor historis tersebut, apa yang seharusnya dilakukan baik pemerintah atau masyarakat umum untuk membangun merealisasikan pembangunan ekonomi. Dari berbagai sumber kekuatan ekonomi Indonesia sebenarnya cukup kuat nomor 3 setelah China, India. Tapi apakah kita bangga dengan peringkat tersebut ?

Tidak ada salahnya kita bangga, namun setidaknya Indonesia lebih dulu merdeka daripada mereka, perlu diingat Indonesia merupakan negera yang pertama kali merdeka setelah perang dunia ke dua berakhir, dan semestinya kita harus bisa lebih baik dari mereka.

Hal-hal yang perlu dikaji adalah apa saja sumber dari pembangunan ekonomi.
Pada dasarnya ada 3 sumber pembangunan ekonomi yakni modal, inovatif (kewirausahaan), modal social (infrastruktur).

1.       Modal merupakan sebuah kebutuhan yang bisa dibilang sangat primer, karena dengan tingginya tingkat modal suatu Negara mungkin pembangunan ekonomi akan mudah terlaksana. Setidaknya Indonesia sudah mempunyai 2 modal yang sangat tinggi yakni, populasi penduduk yang padat dan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia juga mempunya wilayah yang strategis terhadap pasar internasional.

Apakah Indonesia tidak mempunyai sumber daya manusia yang baik ? TIDAK, Indonesia mempunyai orang-orang yang intelek yang sangat banyak dan cerdas. Indonesia penuh akan sumber daya manusia, namun dari sumber daya manusia tersebut kita masih kurang inovatif terhadap perkembangan teknologi, namun setidaknya saat ini kita sudah mempunyai banyak orang-orang yang creative.

Namun bagaimana dengan modal berupa uang ? apakah kita harus berhutang lagi kepada IMF atau world bank ? atau kita melakukan hutang dalam negeri ? inilah yang masih dalam perdebatan.
2.       Inovatif para kewirausahawan  keinovatifan merupakan yang sangata membantu bagi pembangunan ekonomi, seorang ekonom, Schumpeter menjelaskan bahwa dengan inovasi para pengusaha atau wirausahawan merupakan penggerak atas perkebambangan ekonomi suatu Negara.
3.       Modal social atau infrastruktur setidaknya hal inilah yang membuat para investor untuk berpikir dua kali untuk memulai usahanya di Indonesia. Pemerintah seharusnya mendukung para investor—khususnya investor dalam negeri—untuk memulai usahanya, seperti pembangunan jalan, jembatan, sertamenciptakan kondisi Negara yang stabil.

Itulah sumber-sumber pembangunan ekonomi, namun sebenarnya yang lebih diutamakan adalah keberanian kita semua untuk mengembangkan perekonomian kita, dan memajukan perekonomian ekonomi tidak lagi ke tiga di asia namun yang pertama.

Untuk pemerintah pembangunan ekonomi seharusnya menjadi pilihan yang sangat serius dalam agenda-agendanya. Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan peningkatan pendapatan per capita, pemerintah harus berani mengeluarkan uang yang banyak untuk pembangunan infrastruktur serta perbaikan-perbaikannya, jelas letak geografis Indonesia merupakan sangat alas an para investor untuk berinvestasi di Indonesia, namun pembangunan infrastruktur yang kurang atau tidak rata menjadi pertimbangan tersendiri bagi para investor.

Tentunya yang lebih baik adalah pemerintah harus lebih mendukung para investor-investor dari dalam negeri, disinikah harus ada kerja sama antara para pengusaha dalam negeri dengan pemerintah pusat. Sebagai sudah dijelaskan diatas, inovatif para pengusaha sebagai moptor penggerak perekonomian Negara. Disinilah keberanian para pengusaha ditantang, dan pemerintah harus bisa memotivasi para pengusaha dalam negeri.

Dalam pembangunan ekonomi kita juga harus memiliki strategi-strategi untuk merealisasikan dari tujuan tersebut. Namun tidak ada contoh yang konkret mengenai strategi dari pembangunan ekonomi tersebut. Yang ada hanya sebuah pilihan pertanian atau industry, dan ekspor atau impor.

Pertanian atau industri
Kalau dilihat-lihat sektor pertanian Indonesia merupakan suatu hal yang seharusnya didepankan dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Sudah terbukti tanah di Indonesia sangat subur, merupakan modal yang sangat baik untuk bertani atau berkebun. Namun mengapa kita masih mengimpor bahan-bahan pertanian dari Thailand ? bukankah hasil pertanian di Indonesia mempunyai  hasil yang baik ?

lalu apakah terus lupa dengan sektor industry ? TIDAK, kita jangan sampai melupakan sektor industry. Sektor industry juga sangat dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi. Setidaknya suatu Negara bisa meningakatkan modalnya. Dan pembangunan industry pun terbukti mampu untuk menyerap tenaga kerja Indonesia yang banyak. Dan sektor pertambangan di Indonesia juga sangat kaya. Disinilah peran dari keinovatifan para pengusaha muncul, bagaimana kita menggunakan sumber daya seoptimal mungkin.

Impor atau ekspor
Tentunya dengan luasnya hamparan pertanian di Indonesia juga suburnya tanah-tanah di Indonesia seharusnya pemerintah kita berani untuk tidak impor hasil pertanian dari Thailand, dan seharusnya kita harus lebih berani mengekspor hasil pertanian kita keluar negeri. Mungkin yang masih kurang dari Indonesia adalah lemahnya ketersediaan teknologi-teknologi yang untuk saat ini masih di impor.

Kurangnya ketersediaan teknologi di Indonesia seharusnya bukan berarti kita harus selalu mengimpor teknologi-teknologi dari luar negeri, tapi bagaimana kita bisa menciptakan teknologi tersebut dengan kemampuan anak-anak bangsa kita.
Jawabannya hanya satu yakni, inovasi dari pendidikan !

Setidaknya dengan keinovatifan atau kekreatifan dan pendidikan anak-anak bangsa akan mempu mengembangkan riset-risetnya dibidang teknologi. Sebuah sekolah smk didaerah jawa, sudah bisa membuat mobil sendiri, dan perkembangan terakhir adalah mahasiswa teknik dari berbagai universitas terbaik berhasil memenangkan kompetisi dibidang penciptaan yang ramah lingkungan di tingkat asia tenggara, dan perkembangan robotika di Indonesia pun sangat bagus. Tim robotika Indonesia berhasil memenangkan perlombaan-perlombaan pada tingkat dunia.

Hal tersebut seharusnya juga menjadi pertimbangan pemerintah untuk lebih mengerti akan masyarakatnya. Mungkin mayoritas dari masyarakat kita memang masih memiliki pendidikan yang rendah dan masih miskin, namun jangan hanya itu yang dilihat pemerintah. Indonesia juga mempunyai sumber daya manusia yang baik dan cerdas walaupun jumlahnya terbatas. Namun kita semua harus berbuat untuk perkembangan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi kita, bagaimana sumber daya manusia yang terbatas itu dapat memimpin jumlah mayoritas dari masyarakat kita yang bisa dibilang masih rendah dalam pendidikan.

Setidaknya Indonesia masih memiliki sumber daya manusia yang hebat walaupun jumlahnya terbatas, dan hal itu dapat dijadikan modal dalam pembangunan ekonomi Indonesia, dan kita bisa mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia, juga peningkatan taraf  hidup Indonesia.