Tanggung Jawab Perusahaan

by


Setiap perusahaan yang memperioritaskan bisnis, memang selalu memprioritaskan untuk mencapai laba yang maksimum. Namun bukan berarti hanya laba yang hanya dipikirkan perusahaan tapi juga harus bersedia bertanggung jawab dengan berbagai langkah dan kebijakan yang diambil perusahaan. Perusahaan yang memproduksi suatu produk pasti akan membutuhkan berbagai bahan baku, hal ini yang kebanyakan disalah artikan oleh p
ara pengusaha bisnis. Karena mereka biasanya hanya memikirkan mendapatkan laba yang maksimum, dan secara terus menerus mereka mengeksploitasi berbagai bahan baku dan sumber daya. Sekarang hal ini sudah mencapai hal yang lumrah kepada para pembisnis, namun tidak boleh hal ini berlanjut secara terus menerus. Perusahaan juga harus memikirkan berbagai dampak negatifnya ketika mereka mengeksploitasi berbagai bahan baku, tidak hanya untuk sekedar memaksimumkan laba. Ini merupakan salah satu contoh dari berbagai hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh Perusahaan.
Berbagai pihak yang harus dipertanggungjawabkan diantaranya :
1.      Pegawai
2.      Konsumen
3.      Masyarakat dan lingkungan
4.      Investor

Setiap perusahaan harus bisa merubah mindset mereka terhadap para pegawainya. Pegawai bukanlah budak yang selalu di perintah seenaknya dengan para atasan. Bukan juga robot yang selalu bekerja tanpa henti dalam waktu yang lama. Pegawai kodratnya sama seperti Perusahaan. Sebagai manusia. Dan mereka saling membutuhkan. Perusahaan membutuhkan Pegawai, dan pegawai membutuhkan perusahaan. Jadi Perusahaan harus tetap memperhatikan nasib dan masa depan para buruh. Pertanggungjawaban kepada pegawainya adalah dengan cara memastikan mereka mendapatkan pekerjaan dan menikmati hasilnya, di beberapa Firma atau perusahaan yang baik, mereka bahkan dibebaskan untuk mengembangkan diri dengan memberikan inovatif-inovatif kepada perusahaan.
Perusahaan harus memberi apresiasi kepada perusahaan yang sudah berprestasi dalam pengabdiannya kepada perusahaan, memberi apresiasi kepada mereka yang sudah bertahun-tahun mengabdi kepada perusahaan, dan memberikan berbagai tunjangan, seperti tunjangan kesehatan, dan keselamatan dalam pekerjaan juga diberi kebebasan sedikit kepada para pegawai untuk setidaknya untuk bertemu kepada keluarganya lebih lama.
 Yang kedua adalah pertanggung jawaban ke kostumer atau konsumen. Sudah sangat jelas kostumer atau konsumen merupakan faktor utama dalam menentukan tingkat laba perusahaan. Setiap perusahaan tidak hanya memikirkan bagaimana caranya kostumer membeli barang kita. Tapi juga membuat konsumen percaya bahwa barang atau jasa yang kita tawarkan akan memberikan konsumen kepuasan maksimum. Hal ini akan membuat para konsumen tidak beralih ke barang atau jasa yang lain jika konsumen sudah terlanjur percaya dan cukup puas dengan barang yang perusahaan produksi. Perusahaan juga bisa menambah suatu jaminan kepada konsumen agar konsumen semakin percaya. Contohnya ketika kita membeli handphone biasanya kita diberikan garansi dari pihak penjual. Ini merupakan salah satu jaminan yang diberikan perusahaan kepada Konsumen atau kostumernya. Perusahaan juga harus inovatif dan terus menjaga kualitas terhadap produk-produk yang dihasilkannya, terlebih lagi perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi dan life-style.
 Yang ketiga adalah pertanggungjawaban ke masyarakat dan lingkungan. Perusahaan sudah tidak bisa lagi angkuh terhadap lingkungan dan masyarakatnya. Seperti ketika perusahaan membangun gedung untuk industrinya. Khususnya perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang sumber daya alam. Setiap perusahaan harus memikirkan atau memperhitungkan penempatan lokasi industrinya. dan dampak negatifnya terhadap masyarakat. Seperti yang banyak terjadi adalah, limbah industri. Sudah sangat jelas limbah industri sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Jika perusahaan yang bergerak dibidang sumber daya, mereka seharusnya membangun industrinya yang jauh dari keramaian masyarakat. Karena hal ini akan membuat masyarakat beraksi jika terjadi secara berlanjut.
Bukan berarti juga perusahaan bebas sebebas-bebasnya mengeluarkan limbah industri mereka ke lingkungan. Perusahaan sangat diharuskan untuk juga menjaga lingkungan, hal demikian bisa dimulai dengan berbagai limbah yang mereka keluarkan. Baik lewat udara atau air. Perusahaan harus mengendalikan atau setidaknya mengurangijumlah limbah yang mereka produksi. Agar hal ini tidak menimbulkan masalah dikemudian kelak.
Dan satu hal yang wajib dilakukan perusahaan adalah tidak lupa membayar pajak dan tepat waktu kepada negara. Dan juga ikut berkontribusi dalam perlindungan lingkungan. Seperti perusahaan-perusahaan otomotif dunia, mereka mencoba membuat mobil yang ramah lingkungan. Karena kita tahu kendaraan bermotorlah penyebab polusi udara nomor satu di dunia.  Kontribusi mereka juga bisa dalam menghibahkan sebagian uangnya untuk tujuan kemanusiaan. Pada Agustus 2005 ketika badai katrina mengamuk, Abbot, Alcoa, British Petroleum, Dell, Disney, Intel, Motorolla, UPS, Walgreens dll, mereka menyumbangkan dananya sebesar U$ 100.000.000.
Yang terakhir adalah bentuk pertanggungjawaban perusahaan ke investor. Adanya investasi sosial yang mana membatasi investasi keamanan pada perusahaan yang diyakini investor terkait tanggung jawab etis dan sosial mereka. Biasanya mereka mengurangi dana investasi pada perusahaan yang memiliki sejarah penyebab polutan, tembakau, persenjataan, dan lain sebagainya terkait masalah etika. Beberapa batasan juga diberikan pada pemerintah, biasanya ketika pemerintah melakukan pendanaan pada perusahaan persenjataan. Namun beberapa investor lainnya merasa bebas membeli keamanan negaranya.