Archive for October 2011

Sejarah Kertas dan Perkembangannya


Kertas/Paper
Setiap orang pasti membutuhkan secarik kertas untuk menulis. Tanpa kertas, apalah arti sebuah pena. Dimana ada pena disitu ada kertas. Melalui kertas kita menulis sesuatu yang ingin kita ungkapkan , kita bisa menulis sesuatu yang sangat penting dan tak mungkin bisa kita ingat selamanya. Kertas berfungsi sebagai pencatat ilmu pengetahuan. Permukannya yang halus, lembut dan bersih membuat kita berpikir, bagaimana cara membuat kertas sehingga bisa sehalus dan selembut ini.
Kertas adalah bahan tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Pulp adalah hasil dari pemisahan serat dai bahan baku berserat (kayu maupun nonkayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Seratnya yang alami dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.

Read more »

Mengatasi Masalah Kependudukan

Kejadian adanya 17 keluarga meninggalkan lokasi transmigrasi dan memilih pulang ke kampung kelahirannya, merefleksikan betapa buruk manajemen penyelenggaraan transmigrasi sekarang ini. Mereka adalah bagian dari 25 kepala keluarga asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lepas dari apa faktor penyebabnya, buruknya manajemen penyelenggaraan transmigrasi itu sungguh memperihatinkan karena terjadi saat bangsa indonesia sedang menghadapi persoalan kependudukan sebagai salah satu masalah nasional. Sebagaimana diketahui, ciri persoalan kependudukan Indonesia adalah konstrasi lokasi pendidik di daerah-daera padat, penyebarannya tidak proposional, rata-rata pertumbuhannya relatif tinggi, dan kurangnya pemahaman bahwa persolan kependudukan adalah masalah nasional yang multidimensi yang berdampak luas.

Read more »

Mekantilisme dan Potensi Ekonomi Indonesia

Jika kita menelisik lebih jelas tentang potensi-potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia, tentu kita begitu takjub bahwa begitu bahagianya letak negara kita yang di support penuh oleh hasil alam-alam yang tak terhingga, sungguh anugerah yang sangat besar dari sang pencipta. Bahkan seorang pemikir hebat indonesia pada masa penjajahan, Tan Malaka pernah mengatakan “Di dunia ini tak ada letaknya negara yang lebih berbahagia dari letaknya Indonesia. Buat siasat perang tak ada tempat yang lebih teguh. Barang siapa yang mendudukinya, walaupun hal lain bersamaan, dia mesti menang perang.” Tentu hal ini menjadi suatu dorongan yang kuat bagi bangsa yang kecil seperti Belanda memiliki ambisi yang kuat untuk menaklukan negara kita, Bahkan taklukan itu terjadi selama 350 tahun. Penaklukan tersebut bukanlah waktu yang singkat, tapi sangat panjang. Dan karena taklukan tersebut pula berdampak sangat buruk dalam mental bangsa kita saat ini. Bahkan lebih buruknya Belanda menyebut kita dengan suatu istilah INLANDER. Absolutely, you know that word! Bahkan setelah Indonesia merdeka Belanda pun masih tetap kekeh untuk kembali menaklukan Indonesia, hal ini dicatat dalam sejarah dengan terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda selama 2 kali. Dan Belanda pun tetap ingin menguasai Irian barat setelah Indonesia benar-benar sudah merdeka.

Read more »