Sejarah Kertas dan Perkembangannya

by


Kertas/Paper
Setiap orang pasti membutuhkan secarik kertas untuk menulis. Tanpa kertas, apalah arti sebuah pena. Dimana ada pena disitu ada kertas. Melalui kertas kita menulis sesuatu yang ingin kita ungkapkan , kita bisa menulis sesuatu yang sangat penting dan tak mungkin bisa kita ingat selamanya. Kertas berfungsi sebagai pencatat ilmu pengetahuan. Permukannya yang halus, lembut dan bersih membuat kita berpikir, bagaimana cara membuat kertas sehingga bisa sehalus dan selembut ini.
Kertas adalah bahan tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Pulp adalah hasil dari pemisahan serat dai bahan baku berserat (kayu maupun nonkayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Seratnya yang alami dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.


Kertas mempunyai banyak fungsi diantaranya, merupakan media untuk menulis, mencetak, melukis, bahkan kertas pembersih (tissue).
Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, banbu, kulit atau binatang, sutra bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah-naskah Nusantara beberapa abad lampau.
Setiap hari kita selalu menggunakan kertas, tapi apakah kita tahu asal mula pembuatan kertas tersebut ?
Saat ini, kertas sudah begitu umum, sampai-sampai kita menganggapnya biasa saja dan sulit membayangkan bagaimana jadinya dunia tanpa kertas. Memandang begitu pentingnya penemuan kertas ini, rasa-rasanya sangat aneh jika kita menyepelakan penemuan besar ini .
Didalam penulisan makalah ini, penulis membahas fase-fase perkembangan kertas besertanya tokoh sentral dalam perkembangan kertas ini.


Sejarah Kertas
Pada pembahasan ini penulis membagi perkembangan kertas menjadi 4 fase waktu, dimana fase-fase tersebut perkembangan kertas tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban manusia. Fase- Fase perkembangan kertas tersebut adalah :

1.      Sebelum ditemukannya kertas
2.      Sesudah ditemukannya kertas
3.      Sesudah ditemukannya mesin cetak
4.      Kertas pada era modern

Fase-Fase Perkembangan Kertas

1.      Sebelum ditemukannya kertas
Sebelum adanya kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Selain tanah lempung mereka juga menggunakan Prasati dari batu, kayu, bamboo, kulit atau tulang binatang.Pada 105 sesudah Masehi dan seterusnya, pembuatan media tulisan dibuat dari berbagai tanaman yang berserabut.Hal ini menyebar ke Korea sampai ke Jepang.

Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papyrus sebagai media tulis menulis.Penggunaan papyrus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa bangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papyrus masih dirasakan sangat mahal.Dari kata papyrus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa inggris, papier dalam bahasa belanda, bahasa jerman, bahasa perancis misalnya atau papel dalam bahasa spanyol yang berarti kertas.

Di Cina sendiri, sebelum Ts’ai Lun menemukan kertas, kebanyakan buku-buku terbuat dari bamboo.Jelas, buku-buku semacam itu sangat berat dan sulit dibawa.Beberapa buku ditulis di atas sutra, tapi terlalu mahal untuk keperluan umum. Di Dunia Barat, sebelum kertas diperkenalkan, kebanyakan buku dituliskan diatas perkamen atau vellum, yang dibuat dari kulit domba atau sapi yang diolah secara khusus. Material ini menggantikan papyrus yang digemari orang-orang Yunani, Romawi, dan Mesir.Tapi, baik perkamen maupun papyrus bukan hanya langka, melainkan juga mahal dalam penyediannya.


2.      Sesudah ditemukannya kertas
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban China yang menyumbangkan kertas bagi dunia.Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bamboo yang mudah didapat di seantero China pada rahun 1012 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan peras mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga di zaman Abbsiayah, muncullah pusat-pusat industry kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industry lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India lalu Eropa khusunya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.
Penemu bahan kertas Ts’ai Lun (± 105) besar kemungkinan sebuah nama yang asing kedengarannya di kuping pembaca. Memandang betapa penting penemuannya, bagaimana dia diabaikan di Dunia Barat merupakan sesuatu yang sangat mengejutkan.Ada ensiklopedi besar yang bahkan tidak memiliki satu artikel kecil sekali pun tentang Ts’ai Lun, dan namanya jarang disebut dalam buku-bukuteks sejarah standar.Memandang pentingnya kertas, tidak adanya rujukan tentang Ts’ai Lun mungkin membangkitkan kecurigaan bahwa dia tokoh yang keautentikannya diragukan.Tapi, Riset yang diteliti memastikan bahwa Ts’ai Lun benar-benar ada, seorang pejabat di balairung kekaisaran Cina yang—pada atau sekitar tahun 105—mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti.
“Dia seorang pegawai negeri pada pengadilan kerajaan yang di tahun 105 M mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti.Catatan Cina tentang penemuan Ts’ai Lun ini (terdapat dalam penulisan sejarah resmi dinasti Han) sepenuhnya terus terang dan dapat dipercaya, tanpa sedikit pun bau-bau magis atau dongeng. Orang-orang Cina senantiasa menghubungkan nama Ts’ai Lun dengan penemu kertas dan namanya tersohor di seluruh Cina.”
“Tidak banyak yang diketahui soal kehidupan Ts’ai Lun.Catatan-catatan dari Cina menyebutkan bahwa dia merupakan seorang kasim.Juga tercatat bahwa Kaisar sangat terkesan dengan temuan Ts’ai Lund an alhasil, dia dipromosikan.Dia menerima gelar kebangsawanan dan mnejadi kaya raya.Belakangan, dia terlibat dalam sebuah intrik istana dan yang akhirnya menjadi penyebab kejatuhannya.Catatan-catatan dari CIna menyebutkan bahwa setelah nama baiknya tercemar, Ts’ai Lun berinisiatif untuk mandi, mengenakan jubbah terbaiknya dan menenngak racun.”

Penggunaan kertas meluas di seluruh Cina pada abad ke-2, dan dalam beberapa abad saja Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negate-negara Asia. Lama sekali Cina merahasiakan cara pembikinan kertas ini. Di tahun 751, apa lacur, beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas sudah diproduksi di Baghdad dan Samarkand. Teknik pembikinan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini.Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan sesudah Gutenberg menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kulit kambing sebagai sarana tulis-menulis di Barat.


3.      Sesudah ditemukannya mesin cetak
Walaupun penemuan kertas pertama kali di Cina, namun tidak untuk penemuan mesin cetak.Mesin cetak pertama kali ditemukan oleh Johann Gutenberg (1400-1468). Namun sumber buku yang lain mengatakan lain.
     
“Johann Gutenberg kerap disebut sebagai penemu alat cetak. Yang sesungguhnya dia lakukan adalah mengembangkan metode pertama penggunaan huruf cetak bergerak dan mesin cetak dengan cara yang begitu rupa, sehingga memungkinkan berbagai macam materi tulisan secara cepat dan akurat.”
           
Ada empat komponen esensial dari metode mencetak modern yang telah dikembangkan oleh Johann Gutenberg.Yang pertama adalah huruf cetak yang dapat bergerak, selain prosedur penempatan dan menjaga huruf-huruf itu tetap pada posisinya.Yang kedua adalah mesin cetak itu sendiri.Yang ketiga adalah jenis tinta yang cocok, dan yang terakhir adalah bahan cetak yang cocok, seperti kertas.Kertas ditemukan di Cina bertahun0tahun sebelumnya oleh Ts’ai Lundan penggunannya sudah menyebar ke Barat sebelum masa Gutenberg. Kertas merupakan satu-satunya unsur proses percetakan yang Gutenberg temukan dalam keadaan siap pakai. Walau ada yang pernah menghasilkan beberapa hal menyangkut ketiga unsur lainnya, Gutenberg membuat sejumlah perbaikan penting. Sebagai contoh, dia mengembangkan sebuah logam campuran yang cocok untuk huruf cetak; wadah cetak blok yang presisi dan akurat; tinta cetak dari minyak; dan mesin cetak yang cocok.

Pada hakikatnya buku yang ditulis tangan tidak ada bedanya dengan buku yang dicetak. Namun setelah Gutenberg berhasil mengembangkan oenemuan mesin cetaknya, di Barat terjadi proses produksi massal. Akibat penemuannya tersebut, dalam waktu yang singkat pun kita bisa mencetak beberapa buku untuk di cetak ulang damam jumlahnya yang banyak.Jelas penemuan ini sangat berpengaruh dalam peradaban manusia, setidaknya karena penemuan Gutenberg, arus informasi di Barat menjadi lebih cepat dan akurat.

Setalah Gutenberg menemukan proses percetakan modern, eropa maju dengan pesat, Ini menunjukan bahwa penemuan Gutenberg merupakan salah satu factor penting—mungkin factor krusial—dalam memicu perkembangan revolusioner di masa modern ini.

4.      Kertas pada Era Modern
Pada era modern ini, arus informasi dan komunikasi sudah sangat cepat dan pesat.Pada era ini juga sudah banyak juga industry-industri percetakan di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.Industry media-media, baik media cetak elektronik, cetak atau media online sekarang sudah sangat berkembang begitu pesat.Begitu cepatnya juga arus ilmu pengetahuan bergerak.Namun terkadang kita menyepelakan betapa pentingnya kertas pada era ini.Produksi kertas pada era ini sudah sangat besar.Kertas tidak lagi hanya sebagai buku-buku karya ilmiah, tapi sudah dibuat untuk penyampaian informasi-informasi yang penting, seperti, majalah, koran-koran, brosur, dan macam lainnya. Pada era ini kertas juga dibuat untuk benda-benda dengan kegunaan yang lain. Contohnya adalah tas dan tissue. Mengingat begitu essensialnya penemuan kertas, sampai-sampai kita tidak bisa membayangkan bagaimana dunia ini tanpa adanya kertas.

Kesimpulan
Kertas adalah bahan tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Pertama kali ditemukan oleh orang Cina bernama Ts’ai Lun, dan seklaigus penemuan yang sangat revolusioner didunia dan kertas merupakan bahan inti untuk Johann Gutenberg dalam penemuan mesin cetaknya, tidak ada kertas maka tidak akan pernah ada mesin cetak kertas. Sampai saat ini kertas merupakan seseuatu yang mungkin kita lupakan tapi tetap begitu penting poenemuannya dalam peradaban manusia.