Ketika Musik Tidak Memiliki Idealisme

by


Sesuatu yang universal dan penuh dengan sarat individualis dan memiliki idealisme sendiri bagi mereka yang menyukainya, inilah definisi musik menurut pengertian saya. Kita tidak perlu mengerti arti dari sebuah musik untuk menikmatinya, karena itulah musik merupakan sesuatu yang sangat universal. Ada seseorang yang suka sekali dengan musik Melayu, Indonesia, Korea, Jepang, Barat, atau musik-musik dari budayanya sendiri. Tapi mengapa sekarangini banyak sekali orang-orang yang tidak mengerti terhadap selera orang-orang lain. Musik bukanlah suatu paksaan, semua orang, baik tua muda, laki-laki perempuan, bebas menikmati musik, mereka bebas menikmati apa musik yang mereka suka, tidak masalah walaupun orang lain tidak suka.

Sungguh bodoh untuk mereka yang mengejek suatu musik seseorang, karena mereka sama saja tidak menghargai perbedaan dan selera orang lain. Musik bisa saja dianalogikan dengan seseorang yang kalian sukai, kalian akan sakit ketika kekasih kalian yang sangat kalian cintai di ejek oleh orang lain, mungkin anda akan sangat marah, karena tidak setuju dengan ejekan mereka. Begitu juga musik, kalian tentunya akan kesal dan marah ketika musik kalian diejek dan dicemooh oleh orang lain, dan disinilah letak dari suatu Idealisme dari musik, Idealisme yang menyebabkan kita tetap menyukai musik ini walaupun hanya segelintir orang yang menyukai. Idealisme inilah yang membedakan mana seseorang yang mengerti tentang musik atau mereka yang Cuma mengikuti trend pasar.
Dan berbeda dengan mereka yang dikatakan musisi. Musisi tidak harus bisa melakukan semua alat musik, musisi tidak harus mengerti segala macam musik, musisi tidak harus mengerti dan bisa memainkan segala tentang genre musik seperti Pop, Rock, Indie, Blues, Metal, Jazz, maupun Dangdut dan Keroncong. Tapi, yang harus dimiliki seorang musisi adalah suatu Idealisme dia terhadap musik yang ia sukai atau musik yang dia anut. Musisi tidak seharusnya menciptakan suatu karya dengan tujuan  mengejar apa yang sebagian masyarakat gandrungi. Jika mereka melakukan hal yang seperti ini sudah jelas mereka bukan musisi, tapi mereka hanya poser yang hanya ingin eksis. Jika kalian yang mengaku musisi tapi kalian mengejar apa yang sedang di gandrungi di industri musik kawula muda anda mungkin akan terkenal dan sukses tapi itu cuma sementara. Seharusnya musik adalah salah satu karya yang abadi yang dimana jika kita mendengar musik itu kembali setelah bertahun-tahun tidak mendengarnya, kita akan teringat kembali oleh sesuatu yang telah terjadi di masa lalu dan kita akan merasakan bagaimana keindahan dari musik ini.
Mungkin untuk para penikmat musik Idealisme bukanlah sesuatu yang penting, namun hal ini sangat penting untuk para mereka yang mengaku musisi. Karena sekali lagi hanya seorang poser jika mereka tidak mempunyai Idealis. Seorang poser inilah yang seharusnya diejek dan di singkirkan, karena poser-poser inilah yang sangat merusak idealisme suatu musik.