Echa, Sukanya diantara ketiadaan Duka

by

Economy Charity Act (Echa) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Bem FEB Undip yang secara khusus ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa baru angkatan 2011. Acara ini merupakan acara yang sangat akan kepedulian kita sebagai makhluk sosial. Acara ini merupakan acara terbesar dari Program kerja Bem FEB Undip. Walaupun saya sendiri bukanlah aktif di Organisasi intra mahasiswa fakultas tersebut, tetapi secara sepintas saya mengerti apa sajakah program kerja Bem FEB Undip serta intrik-intrik terselebungnya didalam organisasi tersebut.

Namun acara Echa sendiri merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh saya. Karena memang menurut saya acara ini selain positif juga penuh dengan kesan yang baik sekaligus memberikan berbagai pegnalaman unik ketika mengikuti acara ini. Pada Echa 2010 saya berpartisipasi terhadap acara ini sebagai peserta, disini saya menemui masahasiswa-mahasiswa dari beda jurusan tetapi satu fakultas, disini saya memulai kembali kenangan-kenangan kemah saya di waktu SMP, yaitu Pramuka. Saya akui Acara ini memang sangat baik, sungguh merugi untuk mereka yang tidak mengikuti acara ini, Disamping Gratis kita bisa mendapatkan kebersamaan baru, teman-teman baru, juga pengalaman-pengalaman baru. Namun sayangnya pada Echa tahun ini dimana saya sebagai peserta saya kurang mendapatkan apa yang saya harapkan, walaupun pada kelompok kami sudah mendapatkan kebersamaan yang tinggi namun masih ada ketidakkompakan diantara kami.
Tapi berbeda pada Echa pada tahun 2011. Kali ini saya bukan sebgai peserta, tapi sebagai Kordinator Kelompok (Korkel). Secara susunan kepanitian acara Echa, Korkel merupakan diatas Panitia. Menjadi mendapatkan jabatan merupakan susah-susah nikmat, ya memang susah untuk mengatur orang-orang, apalagi jumlah satu kelompok ada belasan. Tapi nikmatnya adalah Saya bisa mendapatkan berbagai keceriaan-keceriaan didalam yang telah dituangkan masing-masing anggota kelompok.
Dan menjadi Korkel di acara ini merupakan suatu rezeki buat saya pribadi, dan saya bisa menganggapnya rezeki itu adalah mereka anak-anak korkelan saya, yakni kelompok 7 dengan nama kelompok Cut Nyak Dien. Disini saya sangat terkesan karena kekompakan mereka, ketaatan mereka, dan kebersamaan mereka didalam suatu kelompok. Saya sangat terkesan karena saya diberi kesempatan untuk membimbing mereka, mengarahkan mereka, serta mengkoordinasikan mereka, karena bagi saya Korkel merupakan tanggung jawab yang begitu besar namun sangat nikmat menjabat pekerjaan ini. Saya menjalani tanggung jawab ini dengan sangat  ikhlas dan mungkin dikarenakan keikhlasan saya, saya diizinkan untuk membimbing mereka kelompok 7.
Dan kekompakan kelompok 7 sendiri bukan berarti semua karena saya. Saya hanya sebagai pembimbing. Seorang dosen pun ketika membimbing mahasiswa masih banyak mahasiswa yang mangkir. Ini bukan karena saya, tapi karena kesadaran mereka sebagai warga satu kelompok. Mereka bgitu kompak, saya sendiri sangat terkejut saya diberi kesempatan untuk membimbing kelompok yang begitu kompak ini. Sungguh besar Rezeki yang diberikan Allah kepada saya. Memang benar rezeki itu tidak hanya bersifat materil, tapi juga bersifat Imateril, dan kalau menurut saya, kelompok ini merupakan salah satu Rezeki yang Imateril.
Mereka begitu kompak, mereka selalu menjaga yang namanya kebersamaan, mereka selalu menjaga diri dari berbagai perselisihan  pada acara Echa tersebut. Mungkin kalau menurut saya, mereka memang tidak memiliki perselisihan terhadap anggota-anggota kelompok 7.  Mungkin saya telah membimbing mereka untuk kompak, tapi ini hanya bagian kecil untuk membuat mereka kompak. Bahwasanya kekompakan mereka didasarkan kemauan mereka sendiri untuk kompak didalam kelompok ini. Sungguh kelompok yang begitu mengagumkan “Cut Nyak Dien you’re so amaze.”
Kekompakan kalian ini juga telah ditunjukkan kepada kelompok-kelompok lain pada acara Pensi di malam terakhir di acara Echa. Kalian menampilkan kekompakan yang tiada tara jika dibandingkan dengan kelompok-kelompok lain pada malam itu. Kalian telah berhasil menyihir peserta yang lain untuk tertawa kegirangan melihat tingkah kalian dan kebolehan kalian. Kalian telah melakukan show terbaik pada malam itu. Kalian membuat suasana peserta ke titik klimaks, dan yang jelas kalian telah mengingatkan saya lagi tentang arti penting dari kata “TOTALITAS”. Ya kalian telah beraksi dengan totalitas dan sungguh-sungguh walaupun pertunjukan kalian hanya 4  menit. Kalian rela menyiap-nyiapkan pernak-pernik yang dipakai untuk show modern dance kalian 3 hari sebelumnya, kalian bersedia tampil yang bodoh untuk menghib ur peserta lain. Kalian memang telah mengingatkan tentang Totalitas.
Tapi ada yang salah persepsi dari kalian. Ya hanya masalah yang tidak begitu penting, dan tidak perlu dibicarakan. Tapi kalau menurut saya, justru hal inilah yang membangkitkan kalian. Yaitu Apresiasi. Jangan pernah sekalipun kalian meremehkan tentang Apresiasi walaupun apresiasi sekecil apapun. Karena Apresiasi inilah yang akan membuat kalian lebih percaya diri, lebih membuatu andan bermental baja, dan membuat anda lebih kuat dibandingkan yang lain. Walaupun apresiasinya hanya dengan bentuk tepuk tangan. Kalian harus bangga arti apresiasi ini. Karena disinilah kalian mendapatkan sebuah balasan kembali dari arti sebuah totalitas. Jika kita melakukan sesuatu dengan maksimal atau secara totalitas dan juga ikhlas, kalian pasti akan mendapatkan apresiasi, mungkin suatu saat kalian akan mendapatkan apresiasi yang lebih dari sekedar tepuk tangan atau pujian. Setidaknya kalian telah mendapatkan Apresiasi yang begitu meriah dari mayoritas peserta dan panitia Echa dari pertunjukan maksimal kalian dalam durasi 4 menit.
Satu lagi dari contoh kebersamaan yang saya sukai adalah, ketika kalian semua kelompok berada  di satu tenda, kalian sedang menikmati sharing kalian kepada semua anggota-anggota kelompok tentang asmara, juga termasuk korkel-korkelnya. (Saya dan Hafis)
Saya sangat yakin jarang ada kelompok yang langsung sharing untuk berbicara asmara ketika mereka-baru kenal. 3 atau 4 hari. Tapi kalian merupakan sesuatu yang jarang tersebut. Banggalah kalian, Karena kalian telah menggapai kekompakan kalian sendiri. Dan salah satu sifat baik dari kelompok ini adalah kalian sudah begitu terikat satu sama lain. Sehingga kekompakan kalian masih bisa dijaga ketika acara Echa sudah selesai. Dan disini yang saya harapkan kalian tetap menjaga komunikasi diantara semua anggota kelompok, selalu keep in touch, terus terikat. Karena kini kalian sudah satu kelompok tidak hanya pada acara Echa, tapi juga seterusnya. Karena ujian terpenting dari kalian adalah bukan untuk menunjukan kekompakan kalian, tapi menjaga kekompakan kalian.