Taste, Preferensi, Idealisme, dan Emosi Terhadap Musik dan Karyanya

by


Berdasarkan sesuatu yang saya amati tentang sebuah karya musik, Kebanyakan mereka para musisi-musisi sejati, atau seniman, membuat suatu karyanya dengan tambahan suatu pelampiasan emosi didalam suatu karya tersebut. Saya tidak mengamati karya-karya composer besar seperti Beethoven, Mozart, dan Sebastian Bach atu composer lainnya. Tapi yang saya amati dari beragam jenis genre musik yang telah saya kenal sejak SMA kelas 1. Hampir semuanya karya-karya indah yang mereka ciptakan hasil dari aransemen yang indah, dan memasukan unsur emosi didalamnya. Emosi disini saya artikan adalah suatu bentuk pelampiasan seorang musisi atas kecintaannya terhadap suatu karya musik. Jika kalian sudah benar-benar peka dengan musik yang kalian suka, pastinya kalian akan mengerti dimanakah letak emosi yang telah dibuat oleh para musisi-musisi tersebut.

Dari sinilah dapat kita simpulkan bahwa musik itu lazimnya musik itu bukanlah sesuatu untuk dijual, atau bersifat materialism. Tapi musik adalah suatu karya yang indah, suatu bahasa, dan suatu alat penghibur, kepada mereka yang menyukai musik. Tapi sekali lagi musik bukanlah sesuatu produk yang dihasilkan untuk dijual.
Karya musik bersifat abadi, walaupun pencipta sudah tidak ada, karena sebagian dari kita, masih mendengarkan karya-karya dari musisi-musisi besar seperti The Beatles. Ya sampai sekarang masih ada sebagian orang yang menikmati keindahan dari karya musik The Beatles, termasuk saya sendiri. Dan yang akhir-akhir ini adalah karya abadi dari seorang King of Pop, Michael Jackson. Walaupun pencipta sudah tidak lagi menghibur untuk kita, tapi hasil karya masih tetap menghibur kita.
Ya inilah musik. Musik yang diracik dengan penuh perasaan, disertakan emosi dari penciptanya ditambah dengan aransemen yang mengagumkan jadilah suatu karya yang indah. Tidak peduli apa genre dari musik tersebut, tidak peduli seberapa orang yang peduli tentang musik tersebut, tidak peduli seberapa banyak pengkritik dari musik tersebut. Nyatanya semua orang yang suka Jazz, tidak akan langsung suka dengan musik metal, Semua orang yang suka dangdut, tidak akan langsung suka ketika mereka mendengarkan lagu Blues. Karena musik yang kita anggap asyik, belum tentu asyik menurut yang lain. Karena semua orang juga memiliki berbagai preferensi musik yang berbeda. Bahkan di satu Band pun, terkadang personil yang satu mempunyai preferensi yang berbeda dengan personil yang lain.
Inilah musik. Kita membuatnya tidak lebih dari suatu panggilan dari hati kita karena kecintaan kita terhadap musik, dan karena kepedulian kita untuk bereksplorasi lebih dalam terhadap musik. Kita tidak membuat musik untuk dijual ke pasar, dan mendapatkan keuntungan. Mereka yang menggunakan prinsip ini, biasanya karya mereka hanya bersifat sementara. Mereka tidak memiliki suatu idealisme. Mereka tidak memiliki suatu taste terhadap musik mereka sendiri. Mereka tidak punya emosi dalam membuatnya. Karena emosi mereka sudah diluapkan kedalam niat mereka untuk meraup keuntungan.
Mungkin ini hanya pendapat saya mengenai suatu musik. Tapi ya beginilah suatu pengamatan saya terhadap musik. Dan saya pun bermusik karena saya cinta musik, saya suka mendengarkan lagu-lagu yang memiliki Emosi. Dan saya bermusik juga merupakan salah satu hobi. Saya bermusik bukan untuk sesuatu yang bersifat materialism. Kami sudah beberapa kali mencoba stage, tapi yang kami cari bukan ketenaran yang utama, tapi kesenangan kami bisa mempertunjukan “inilah musik kami, dan inilah idealisme kami” Kami tidak peduli sebebarapa banyak yang tidak suka dengan musik kita, kami tidak peduli dengan rendahnya minat masyarakat terhadap musik kami, karena yang jelas kami bermusik “not for sell but for sell ! Bahkan karya dari group kami pun sangat tidak sejalan dengan trend yang sedang digandrungi masyarakat sekarang.
Oleh karena itu, jika kalian mempunyai obsesi yang besar terhadap musik, bermusiklah dengan musik yang kalian suka, jangan bermusik apa yang masyarakat suka, lebih baik lagi adalah membuat masyarakat suka dengan musik kalian. Karena jika kalian hanya mengejar pasar, kalian tidak akan lama, kecuali kalian beruntung. Musisi-musisi dunia atau band-band besar dunia yang sudah menjadi legenda, dimana namanya selalu abadi, dan sangat mempengaruhi terhadap perkembangan musik sekarang, mereka bermusik karena kecintaan mereka terhadap musik, bukan untuk meraup keuntungan. Mereka bermain karena mereka mengerti selera musik mereka. Seperti The Beatles, Led Zeppelin, Jimi Hendrix, BB King, Gary More, SRV, Joe Pass, Django Reindhart, Billiy Mclaughlin, The Stone Roses, The Smith, U2,The Doors, Nirvana, Joy Division, Elvis Presley, Black Sabbath, Iron Maiden, Sepultura, Metallica, Oasis, Blur, AC/DC, Radiohead, Motorhead, The Velvet Underground, The Clash, Sex Pistol, Bob Marley, Bod Dylan, The Ramones, RHCP, White Lion, mereka semua adalah legenda band-band yang telah mempengaruhi perkembangan musik hingga saat ini. Dari mereka smua memiliki perbedaan genre yang sangat tinggi, tapi tiap-tiap dari mereka tidak memperdulikan hal itu, karena hal ini kembali dari idealisme mereka. Mereka bermusik karena idealisme mereka. Perbedaan ini tidak akan mempengaruhi mereka karena mereka sudah memiliki idealisme yang kuat.
Jadi mengapa harus dipermasalahkan, ketika seseorang sangat menyukai BB King, tapi mereka tidak menyukai The Clash. Ini adalah selara masyarakat. Preferensi Masyarakat. Pecinta Blues tidak akan langsung suka suka dengan Punk hanya sekali mendengarkan satu lagu dari Sex Pistol. Se-Flexible apapun orangnya, pasti pencinta Blues itu butuh berkali-berkali dan tidak hanya mendengarkan satu lagi Sex Pistol, barang kali juga tidak hanya Sex Pistol untuk mulai menikmati musik Punk. Bisa jadi mereka mendengarkan The Ramones juga, atau bisa jadi The Clash.
Begitu juga dengan pecinta Motorhead, ketika mereka tidak sengaja mendengarkan Velvet Underground. Pastinya mereka akan berfikir, “musik apakah ini ?”
Jadi apakah musik kalian, apakah taste kalian, seberapakah idealisme kalian terhadap music kalian sendiri, dan untuk siapakah kalian bermain musik ?
Pastinya tiap-tiap individu memiliki jawaban yang berbeda !