Kedamaian

by


Sekali pernah terpikirkan di kepala gue, apa sih yang melandasi manusia untuk melakukan pekerjaannya ? tentunya tidak Cuma rutinitas pekerjaan saja, tapi kesemua dari tingkah laku manusia. Apa sih yang melandasi manusia berfikir Rasional dalam Ekonomi. Sudah mulai banyak tulisan-tulisan hasil pengamatan dan penggalian gue, gue kaitkan dengan Ilmu Ekonomi, mungkin dikarenakan sudah terlalu melekat ilmu itu dengan jiwa gue, mungkin juga karena kecintaan gue yang saat ini jauh lebih besar ke Ilmu Ekonomi daripada ilmu yang lain. Namun kembali ke permasalahan tadi, apa sih tujuan manusia berfikir rasional, apakah hanya untuk mendapatkan sesuatu yang efisien, mendapatkan manfaat yang lebih daripada pengorbanan yang mereka berikan. Tapi apakah yang melandasi manusia untuk mendapatkan yang tinggi tersebut. 


Kalau didasarkan atas pengamatan gue, bahwa semua manusia di Dunia ini, hanya mencari satu kata. KEDAMAIAN. setidaknya kata itulah yang gue yakini untuk saat ini. Setelah 2 tahun gue kuliah di Universitas Diponegoro, gue semakin asing dengan kata “damai”. Gue merasa arti kata tersebut tidaklah sesempit air didalam gelas. Semakin lama gue kuliah, gue merasa semakin luas saja pengertian dari kata tersebut. Yang pada awalnya Damai berarti tidak ada peperangan, tapi sekarang, gue nggak mungkin lagi menanamkan pengertian kedamaian yang seperti itu. 

Sebenarnya banyak sesuatu yang sudah gue dapatkan, banyak benefit yang sudah gue dapatkan setelah 2 tahun gue kuliah di Undip, namun gue sepertinya semakin jauh dengan damai. Gue sangat yakin gue akan mendapatkan jauh lebih banyak disini, ketimbang misalnya gue kuliah di Universitas Budi luhur. Tapi tidak dengan kedamaian. Walaupun hidup gue terasa baik-baik saja, tapi hati gue belum merasa damai.