Archive for July 2012

Pengaruh Aliran Institusional/Kelembagaan dalam Perekonomian Dunia

Yang menjadi pernyataan pada subbab ini adalah seberapa besar pengaruhnya ? Jika kita amati banyak pakar-pakar ekonomi yang memberikan sumbangnnya terhadap pemikiran Institusional. Namun seberapa besar pemikiran tersebut diterapkan. Karena yang kita tahu dari aliran ini keluar jalur dari “mainstream pemikiran ekonomi”. Ditambah lagi berbagai penjabaran tentang aliran Institusional cenderung kritik sosial terhadap fenomena-fenomena ekonomi yang menyimpang dan penghimbauan yang ditujukan kepada pelaku ekonomi yang menyimpang. Tokoh sentral utama dalam berdirinya Aliran ini, Veblen tidak memberikan kontribusi terhadap pengembangan atau pengukuhan teori ekonomi kecuali, kritiknya yang pedas dan tajam yang lebih bersifat imbauan yang normatif terhadap suatu fenomena ekonomi.

Read more »

I Can Imagine


Setalah sekian lama gue menjadi penikmat music atau lagu dan sekian kalinya gue untuk “breaking the rule” untuk menjadi musisi, baru akhir-akhir ini gue mengerti kekuatan dari sebuah lagu, dapat membuat kita berimajinasi dengan begitu tinggi, dan bermimpi selayaknya dengan keindahan lagu tersebut. Bukan berarti gue baru-baru ini gue merasakan hal tersebut, tapi sudah sejak dulu, dan sudah lama sekali gue merasakannya, dan mungkin baru sekarang gue baru bisa mendeskripisikannya lewat coretan. Mungkin gue tidak menceritakan music atau lagu yang gue dengarkan, tapi gue memberikan ciri-cirinya.

Mungkin gue sedikit berlebihan dengan tulisan ini, tapi gue mencoba merasakan, bagaimana menikmatinya, dan ketika gue merasakannya seakan-akan gue merasa seperti mimpi, gue melayang, terbang dengan mata tertutup, wajah dengan senyuman yang pelit, atau terkadang gue mengimajinasikan, gue berada di sebuah balkon rumah, dan disana ada 4 sampai 5 orang, dan disana kami berdiskusi dengan ditemani lagu yang gue dengarkan, dan disana suasanya begitu redup, namun ada cahaya yang cukup untuk menerangi. Terdapat sebuah gitar, Laptop, dan disana juga ada beberapa cangkir Kopi, dan ada lembaran kertas. Imajinasi yang seperti ini yang biasanya gue dapatkan ketika gue mendengarkan lagu-lagu dengan petikan gitar indah, lagu klasik, lagu-lagu yang menurut gue begitu hebat aransemennya. Begitu lengkap imajinasi gue tentang lagu-lagu yang seperti ini, dan biasanya lagu-lagu seperti ini tidak begitu mengena di hati gue ketika gue mendengarkannya pada siang hari, tapi begitu menusuk pada malam hari. Mungkin sesuai dengan imajinasi gue.

Read more »

Kita Adalah Makhluk Materialistis, Karena Kita Manusia



Secara tidak sengaja gue menemukan ungkapan tersebut. Tapi ungkapan tersebut tidak muncul dengan tiba-tiba melainkan berdasarkan pengamatan-pengamatan yang tidak penting menurut orang lain tapi begitu penting menurut gue. Dan baru akhir-akhir ini ungkapan tersebut muncul dan hinggap di kepala gue dan sepertinya ungkapan tersebut akan terus tinggal di kepala gue. Tidak tahu sampai kapan dia akan tinggal tapi gue sangat berharap ungkapan tersebut tidak universal.
Berdasarkan pernyataan Marx aja yang berbicara tentang materi. Beliau berpendapat bahwa sejarah manusia ditentukan oleh kebutuhan ekonominya yang paling dasar yaitu kebutuhan akan materi. Dengan demikian, ia menyimpulkan seluruh tindak-tanduk manusia didorong oleh motif ekonomi, yaitu pemuasan materi. Ide atau gagasan, etika, seni, sosial, dan politik hanya ikut mewarnai. Namun, yang paling menentukan adalan motif ekonomi.

Read more »

DIskusi Ekonomi dan Harta Karun Soekarno

Awalnya kami sedang melepas lelah dari kesibukan organisasi kami, yakni HMJ, yang pada saat itu sedang adalah hari-hari mendekati acara kami, Talkshow Nasional. Di saat seperti itu, ada seorang junior kami menanyakan atau tepatnya memancing diskusi yang disana gue dengan kedua teman gue sedang istitrahat. Lupa pertanyaan awalnya apa, cuma yang jelas kami berempat berdiskusi tentang kondisi Negara Indonesia saat ini khususnya karena background studi kami adalah Ekonomi Pembangunan otomatis dengan belaga sok banyak tahu kami berdiskusi tentang perekonomian Indonesia juga. Faktanya memang, entah gue dengan yang lain sering berdiskusi, tentang berbagai hal, walau lebih ke sok tahu namun terkadang hal ini menjadi pekerjaan yang asyik.
Tapi ada yang lain dari Diskusi pada tersebut. Pada waktu itu gue tidak terlalu mengikuti alur diskusi tersebut, dikarenakan pas lagi lelah juga, terus didekat gue ada gitar akustik lagi nganggur, otomatis gue memainkan gitar itu, sambil menikmati angin sore untuk mengeringkan keringat. Jadinya gue tidak terlalu mengikuti diskusinya seperti apa, tepatnya lebih cenderung masa bodoh. Ditambah lagi kedua teman gue yang ikut berdiskusi itu, bisa dibilang cetek dan banyak omong, masa bodoh guesemakin menjadi terhadap diskusi itu.

Read more »