Pengaruh Aliran Institusional/Kelembagaan dalam Perekonomian Dunia

by

Yang menjadi pernyataan pada subbab ini adalah seberapa besar pengaruhnya ? Jika kita amati banyak pakar-pakar ekonomi yang memberikan sumbangnnya terhadap pemikiran Institusional. Namun seberapa besar pemikiran tersebut diterapkan. Karena yang kita tahu dari aliran ini keluar jalur dari “mainstream pemikiran ekonomi”. Ditambah lagi berbagai penjabaran tentang aliran Institusional cenderung kritik sosial terhadap fenomena-fenomena ekonomi yang menyimpang dan penghimbauan yang ditujukan kepada pelaku ekonomi yang menyimpang. Tokoh sentral utama dalam berdirinya Aliran ini, Veblen tidak memberikan kontribusi terhadap pengembangan atau pengukuhan teori ekonomi kecuali, kritiknya yang pedas dan tajam yang lebih bersifat imbauan yang normatif terhadap suatu fenomena ekonomi.
Namun semua pemikiran dari aliran Institusional ini tidak bisa kita abaikan begitu saja. Karena kritik-kritik yang tajam terhadap fenomena-fenoma ekonomi itu didasarkan suatu pengamatan yang begitu dalam. Kita bisa membuktikan sendiri bahwa realitasnya kaum leisure class dan pengusaha absentee ownership begitu menjalar dari kehidupan ekonomi, baik dalam skala lokal maupun nasional. Hal ini tidak hanya terjadi di Amerika mungkin saja seluruh dunia memiliki kaum-kaum tersebut. Bahkan Negara-negara berkembang pun seperti Indonesia juga memiliki kaum-kaum tersebut. Kritikan semacam ini sebetulnya sudah diantisipasi oleh tokoh Ekonomi sebelum Veblen sendiri, salah satu yang terkenal adalah Adam Smith dengan bukunya The Theory of Moral Sentiment (1759). Namun tidak bisa dipungkiri Veblen lebih memiliki dasar yang lebih kuat dibandingan Adam Smith.
Namun sejak pada tahun 1993 Aliran Institusional menjadi diskusi yang lebih menarik. Diskusi-diskusi tersebut didasarkan atas saran Douglas North terhadap aliran ekonomi Institusional, yang menyatakan dibutuhkannya peran Institusi/Lembaga untuk Pembangunan perekonomian khususnya untuk Negara yang berkembang. Institusi ini yang menurut North dapat meminimalisir penyimpangan-penyimpangan dalam pelaku ekonomi. Sejak saat inilah pemikiran dari aliran Institusional tidak hanya sebagai kritik-kritik yang tajam dan pedas, tapi sudah terbuka sebagai saran-saran untuk pembangunan ekonomi. Walaupun aliran ini terlepas dari mainstream ekonomi namun pemikiran ini cukup memberikan sumbangan bagi Negara-negara untuk memajukan pembangunan ekonominya, khususnya pembangunan perekonomian di Negara berkembang.