I Can Imagine

by


Setalah sekian lama gue menjadi penikmat music atau lagu dan sekian kalinya gue untuk “breaking the rule” untuk menjadi musisi, baru akhir-akhir ini gue mengerti kekuatan dari sebuah lagu, dapat membuat kita berimajinasi dengan begitu tinggi, dan bermimpi selayaknya dengan keindahan lagu tersebut. Bukan berarti gue baru-baru ini gue merasakan hal tersebut, tapi sudah sejak dulu, dan sudah lama sekali gue merasakannya, dan mungkin baru sekarang gue baru bisa mendeskripisikannya lewat coretan. Mungkin gue tidak menceritakan music atau lagu yang gue dengarkan, tapi gue memberikan ciri-cirinya.

Mungkin gue sedikit berlebihan dengan tulisan ini, tapi gue mencoba merasakan, bagaimana menikmatinya, dan ketika gue merasakannya seakan-akan gue merasa seperti mimpi, gue melayang, terbang dengan mata tertutup, wajah dengan senyuman yang pelit, atau terkadang gue mengimajinasikan, gue berada di sebuah balkon rumah, dan disana ada 4 sampai 5 orang, dan disana kami berdiskusi dengan ditemani lagu yang gue dengarkan, dan disana suasanya begitu redup, namun ada cahaya yang cukup untuk menerangi. Terdapat sebuah gitar, Laptop, dan disana juga ada beberapa cangkir Kopi, dan ada lembaran kertas. Imajinasi yang seperti ini yang biasanya gue dapatkan ketika gue mendengarkan lagu-lagu dengan petikan gitar indah, lagu klasik, lagu-lagu yang menurut gue begitu hebat aransemennya. Begitu lengkap imajinasi gue tentang lagu-lagu yang seperti ini, dan biasanya lagu-lagu seperti ini tidak begitu mengena di hati gue ketika gue mendengarkannya pada siang hari, tapi begitu menusuk pada malam hari. Mungkin sesuai dengan imajinasi gue.

Ada lagi tentang lagu yang menurut gue mempunyai aransemen Dahsyat, kalau Ahmad Dhani bilang sih Spektakuler. Kalau menurut gue, aransemen yang apik bukan didorong dengan kualitas semua personilnya sehingga membentuk suatu karya yang spekta. Bagi gue hal tersebut, merupakan salah satu variable yang cukup mempengaruhi tapi tidak terlalu besar. Soalnya banyak-banyak lagu-lagu yang cukup spekta namun dengan variasi aransemen music yang sederhana. Dalam hal ini yang berbicara adalah hati. Biasanya gue mendengarkan lagu-lagu ini disertai dengan efek-efek suara lain, seperti ada suara melodius gitar yang begitu “menyanyi”, piano atau keyboard, efek guitar yang mendukung, terompet, efek midi, ada juga efek suara air, dimana kita sendiri bisa melihat lagu ini bukan main-main, walaupun sederhana sekalipun, ya kalau menurut gue, mereka yang membuat lagu ini dari hati, bukan dari suatu paksaan yang bersifat komersil. Gue nggak tahu apakah hal semacam ini dirasakan juga oleh orang lain atau nggak, tapi memang begini apa yang gue rasakan. Terkadang ketika gue mencoba untuk memainkan lagu yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut, gue sulit untuk mendapatkan penjiwaannya. Penjiwaan inilah yang membawa mereka kepada suatu emosi didalam music, sehingga terciptalah karya-karya yang spekta dan mengagumkan. Ya setidaknya itu menurut gue dan penciptanya sendiri, bagaimanapun juga tulisan ini hanya sekedar pendapat berdasarkan pengamatan bukan berdasarkan fakta yang sudah teruji. Terkadang Imajinasi gue begitu liar ketika gue mendengarkan lagu-lagu yang seperti ini. Pernah sekali terimajinasi, gue berada di tengah-tengah hutan. Suasanya begitu kelabu, seperti pada sore hari, atau saat fajar. Di Imajinasi gue terdeskripisikan disana gue tidak sendiri tapi gue sedang sendiri diantara suatu komunitas masyarakat kecil, gue seperti berjalan tanpa arah. Tidak jelas kemana tujuan akhir gue. Pohon-pohon dalam hutan tersebut pun bukan hutan yang lebat, tapi hutan yang dimana pohon-pohonya seperti berguguran dan memiliki batang-batang pohon yang sangat tajam, banyak sampah-sampah dedaunan berserakan di tanah yang diakibatkan daun-daun yang gugur tersebut, dan disana terdapat sebuah batu besar, cukup untuk gue duduki. Disana gue berpenampilan dengan celana panjang, dengan memakai Sweater hoodie/Jumper dan membawa tas backpack dan tangan kiri gue memegang sebuah buku catatan kecil. Gue, didalam imajinasi gue sendiri seperti sedang mengamati sesuatu. Dalam imajinasi ini gue merasa berada didalam kepasrahan dan kesuraman
Ada lagi imajinasi gue. Gue merasa sedang didalam ruangan besar yang atapnya menjulang tinggi di tengah, terdapat lampu yang begitu besar namun cahayanya kurang menyinari. Imajinasi gue menggambarkan kalau gue sedang berjalan mencari pemain piano klasik, yang suaranya sangat merdu dan cukup mengguncang gejolak hati gue, dan disana gue mencari kesegala ruangan, imajinasi gue tidak menggambarkan ada ruangan apa saja disana, tapi imajinasi gue menggambarkan bahwa gue menemukan pemain piano tersebut. Yang jelas dia adalah seorang wanita, pakai gaun warna putih, dan sekilas mukanya pucat, dalam imajinasi gue, gue melihat dia memainkan piano sambil bernyanyi dengan penuh penjiwaan. Tapi Imajinasi gue tidak bisa menerangkan siapa wanita bergaun putih, pemain piano tersebut. Dalam hal ini bisa gue simpulkan bahwa didalam imajinasi gue menggambarkan suatu kedukaan.
Sangat mungkin sekali penjabaran tersebut terlihat seperti dilebih-lebihkan, dan tulisan ini begitu Subjektif, dari pemahaman gue sendiri. Ya jelas aja, gue hanya mencoba menjelaskan ketika gue menikmati suatu karya musik, gue sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena gue merasa diberi kepekaan yang lebih kepada telinga gue. Mungkin kepekaan yang lebih ini yang membuat gue berimajinasi seperti penjabaran diatas, dan kepekaan ini membuat gue selalu berimajinasi ketika gue mendengarkan suatu karya music yang Spekta. Dan jelas aja tulisan ini begitu subjektif, dikarenakan juga gue hanya menuliskan apa yang kepala gue imajinasikan dan bagaimana hati gue merasakan, tidak ada unsur-unsur lain seperti pandangan seseorang terhadap karya musik kesukaannya, dan bagaimana imajinasinya. Sekali lagu gue hanya menjabarkan apa yang gue rasakan bukan orang lain rasakan, tapi tidak menutup kemungkinan apa yang gue rasakan ternyata dirasakan juga dengan orang lain. Walaupun seperti ini gue tidak melebih-melebihkan, yang jelas gue hanya menulis apa yang gue rasakan.
Keterangan : Penjabaran tentang Imajinasi gue diatas, hanya beberapa kasus dari sekian banyaknya gue mendengarkan suatu karya music. Tentunya masih banyak lagi petualangan imajinasi gue di lagu-lagu yang lain.