Imajinasi Tentang Dunia

by


Imajinasi. Akhir-akhir ini gue dapat inspirasi dari sebuah quote klasik yang sangat universal namun sudah sangat usang, dan sudah tidak digubris lagi oleh khalayak umum. Quote tersebut menginspirasikan gue untuk berimajinasi. Dan imajinasi inilah yang menginspirasikan gue untuk menulis, setidaknya sharing untuk sekedar memberitahu apa yang gue imajinasikan.
Ya, Quote klasik yang universal nan usang itu adalah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, Hari esok harus lebih baik dari hari ini.” sebelumnya masuk ke sesi imajinasi ada baiknya gue mau memaparkan alasan gue mengapa gue menyebut Quote klasik, universal dan sudah usang.
Universal, siapa orang yang belum pernah kata-kata itu sebelumnya. Laki-laki dan Perempuan, Tua dan Muda, si Bodoh dan si Pintar, orang Desa dan orang Kota, semuanya sudah pernah mendengar kata-kata tersebut. Sudah cukup kan argumen gue bahwa kata-kata ini sangat universal. Baik siswa SD, SMP, SMA sampai Mahasiswa, siapa orang yang belum pernah mendengar kata-kata tersebut. Gue menjamin, bahwa quote ini universal adalah benar, semua orang dan semua kalangan pasti sudah mendengar kata-kata ini, sudah pernah melihat juga kata-kata ini tertulis, baik itu dibuku, di papan sekolahan sebagai pengingat dan ditempat-tempat kerja. Pastinya kata-kata ini sudah menyebar ke berbagai tempat di dunia, khususnya di bangunan-bangunan pendidikan. Dan gue menjamin juga bahwa kalian pastinya setuju dengan argumen gue yang satu ini. Yaiyalah, pastinya kalian juga merasakan apa yang gue rasakan.

Klasik, kenapa gue bilang klasik ? Pertama, otak dan pikiran gue sudah mulai dirasuki sejak gue kelas 2 SD, sudah lama banget kan mengingat gue sekarang sudah selesai tahun ke 2 kuliah. Kedua, masih dalam waktu gue SD juga, gue pernah pulang kampung. Nah dulu tuh disana ada sebuah lemari satu pintu tinggi setinggi manusia dewasa, tapi sudah rapuh banget. Kayunya sudah berlapuk, mungkin aja sudah berjamur. Dan salah satu sifat gue juga orangnya suka lihat-lihat barang pribadi orang lain seperti tas, isi laptop teman dan parahnya gue juga sering banget lihat-lihat isi dompet orang, baik itu teman gue kakak atau adik gue sendiri, dan juga sering banget dompet orang tua gue. Tapi walaupun begitu gue tidak pernah mengambil barang-barang milik orang lain tersebut. Kecuali misalkan dompet orang tua gue. Kadang-kadang gue suka ngambil duitnya yah seberapa, tidak banyak. Setelah mengambil kadang-kadang gue langsung bilang ke orang tua gue kalau gue mengambil duitnya. Kembali ke konteks awal, intinya adalah gue itu suka lihat-lihat barang pribadi orang lain termasuk lemari berlapuk sudah rapuh yang ada di kampong gue. Pas pintu lemari itu dibalik disitu ada sticker kecil berisikan “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”. Posisi sticker itu langsung terpampang dengan jelas bagi mereka yang sudah dewasa, jadi pas waktu itu gue harus menengok keatas dulu baru bisa melihat sticker tersebut.
Dan setahu gue lemari itu adalah lemari pakde gue, lebih jelasnya gue kurang tahu deh kapan tuh sticker sudah tertempel, mungkin aja pas Pakde gue masih muda, masih setingkat SMA. Dan tahukah kalian, sekarang Pakde saya sudah pensiunan PNS. Sudah mengertikan maksud awal gue menceritakan tentang sticker berisikan quote fenomenal tersebut. Sayang aja lemari yang gue deskripisikan diatas sekarang udah nggak ada, nggak tahu juga kapan lemari tersebut lenyap dari rumah nenek gue itu. Klasik banget kan, gue aja tahu quote tersebut dari kelas 2 SD sudah lama banget, nah di kasus ke dua, Kata-kata tersebut sudah merasuki otak pakde gue nggak tau sejak kapan detilnya, tapi yang jelas pakde gue sekarang sudah pensiun. Lama banget kan. Sumpah terbukti juga paparan gue tentang klasiknya kata-kata tersebut.
Dan yang terakhir adalah kata usang. 1 diantara 3 yang dapat mewakili deskripsi gue tentang Quote diatas tersebut. Mungkin dalam hal ini paparan gue belum tentu benar, dan masih dapat disangkal. Sangat dapat malahan. Tapi landasan berpikir gue adalah ketika Quote tersebut disebarluaskan kedalam berbagai bentuk, baik itu papan tulisan, diary sebuah buku, atau apalah yang lain nyatanya kata-kata tersebut hanyalah sebuah kata-kata biasa, bahkan gue mengamatinya sangat biasa malahan, mungkin karena terlalu pasaran jadinya seseorang menganggap kata-kata tersebut biasa saja. Quote tersebut yang misalkan kita fikir dengan sangat mendalam, pastinya Quote tersebut menjadi sesuatu kekuatan motivasi yang sangat hebat. Tapi gue mengamati bahwa orang-orang sudah tidak begitu memperdulikan Quote tersebut, mungkin aja mereka beranggapan bahwa Quote tersebut merupakan salah satu dari beribu-ribu dan berjuta-juta Quote indah. Yaa jadinya mereka beranggapan Quote tersebut biasa aja. Tidak ada makna yang dalam, dan tidak lagi berarti. Mungkin saja ? bisa benar bisa tepat.
Mungkin ada yang heran, kok bisa-bisanya lo bilang bahwa orang-orang sudah tidak memperdulikan Quote tersebut ?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut gue Cuma bisa menggambarkan lewat Imajinasi gue. Agak egois memang, gue menjawab pertanyaan tersebut, lewat imajinasi, bukan lewat fakta-fakta penelitian yang ada, hanya sebatas pengamatan tertentu. Tapi coba bayangkan, dan fikir secara mendalam tentang Quote tersebut, seperti imajinasi gue, gue mengimajinasikan seandainya semua orang MAU untuk melihat, membaca dan meresapi Quote tersebut dengan sangat mendalam dan sangat kritis. Semua orang, Semua manusia, semua lapisan masyarakat, pokoknya semuanya tidak terkecuali bangsa suku ras atau agama manapun. Ya sekali lagi untuk semua manusia tidak ada kecuali. Ya kembali lagi ke Imajinasi gue. Imajinasi gue pun berlanjut, ketika semua orang sudah meresapi yang sangat mendalam tentang Quote tersebut—hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini—dan semua orang mulai terbakar dan termotivasi oleh Quote tersebut, dan Imajinasi gue pun berlanjut, dan semua orang mulai berbuat untuk lebih baik setiap harinya, setiap waktunya, dan seluruh waktu yang ia punya mereka lakukan dengan sebaik-baiknya, hanya untuk mencapai target lebih baik dari sebelumnya. Dan perisitiwa ini berlangsung secara terus menerus, karena semua orang sudah menganggap Quote tersebut sebagai mantra dalam menjalankan hidup, dan suatu kata-kata yang sangat menginspirasikan dan memotivasikan, dan semua orang tidak lagi melupakan kata-kata tersebut, sehingga peristiwa lebih baik setiap harinya akan selalu diwariskan dan selalu diwariskan.
Dan masih berlanjut....
Bagaimana jadinya kehidupan dunia ini ? gue kembali mengimajinasikan, bahwa dunia ini akan semakin dan semakin baik, walaupun perlahan tapi tetap ada seseuatu yang lebih baik yang terjadi setiap hari, semua para PNS dan karyawan sudah bisa bekerja secara optimal, dan Boss-Boss mereka pun sudah tidak lagi memikirkan diri sendiri, mereka mulai memikirkan kesejahteraan para pekerjanya, dan mulai melihat lapisan dibawahnya, para pedagang dan pelaku usaha, yang sudah tidak lagi melakukan kecurangan dan trik-trik yang menjatuhkan pesaingnya, kinerja pemerintah yang semakin baik, tiap hari seseorang yang korupsi semakin berkurang, dan juga begitu dengan kalangan dan lapisan yang lainnya. Dan hal ini terjadi secara terus menerus, hari demi hari, bulan demi bulan tahun demi tahun, kehidupan peradaban manusia semakin membaik. Dan akhirnya Imajinasi gue pun menjadi sangat ekstrim, Gue kembali mengimajinasikan bahwa masyarakat Madani akan terbentuk, semua orang yang hidup, sudah lagi tidak memikirkan diri sendiri dan materi saja, tapi sudah memikirkan kehidupan yang lebih baik. Manusia sudah tidak lagi memimpikan datangnya suatu kedamaian tapi, semua manusia sudah bisa menjaga kedamaian mereka. Setiap perbedaan pendapat, gagasan, dan pandangan yang muncul tidak lagi menimbulkan perselisihan dan mereka semua berdiskusi untuk mencari sintesa terbaik. Teknologi-teknologi yang ada diciptakan oleh manusia tidak lagi untuk perpecahan Negara lain, tidak diciptakannya lagi senjata-senjata pemusnah masal karena sudah tidak dibutuhkan lagi. Dan akhirnya pun peradaban Manusia menjadi titik terbaiknya dengan sebuah Quote tersebut.
Sayangnya…….
Semua pendeskripsian kehidupan manusia yang tadi hanyalah sebuah Imajinasi bukan realita. Ya Imajinasi gue yang diatas lah sebagai argumen gue bahwa orang-orang tidak lagi memperdulikan Quote dahsyat tersebut. Karena bisa dilihat juga, kondisi dunia saat ini, sangat memperihatinkan. Dari hari ke hari sama saja, bahkan terkadang malah semakin memburuk, kehidupan manusia seperti dikejar-kejar rutinitas-rutinitas yang tidak mereka inginkan, dan kondisi ini terjadi secara terus menerus, dan secara tidak langsung mewariskan ke kehidupan selanjutnya.
Dan akhir kata bahwa masyarakat madani sebagai imajinasi terekstrim gue, hanya ada dipelajaran Ilmu Sosial dan di benak masing-masing orang, yang memimpikan akan masyarakat madani.