Sahabat Baru Kami

by


Benar-benar nggak menyangka kalau kemarin Hari Jumat tanggal 28 Oktober 2012 salah satu menggembirakan, berkesan dan mengharukan juga. Dimana Organisasi Kami, HMJ IESP menerima tamu jauh dari bogor, yaitu HIPOTESA FEM IPB. Tepatnya, hari jumat kemarin HMJ IESP dan HIPOTESA FEM IPB mengadakan Studi Banding, di Universitas Diponegoro. Tepatnya Studi banding tentang perbandingan Keorganisasian kami, baik secara struktur, proker, sharing masing-masing campus, terus pembicaraan tentang agenda yang akan datang, dan sedikit diskusi tentang permasalahan ekonomi.
Agak bikin kesal juga pada awalnya, soalnya semua pengurus di jarkomin jam setengah 8 untuk harus ada di kampus. Oke, itu sudah terlaksana. Tapi yang menyakitkan itu, gue nggak kuliah Ekonomi Sumber Daya Alam. Gue pikir-pikir nggak papa lah, yang namanya menjamu saudara jauh satu jurusan. Korbankan sedikit nggak masalah lah. Tapi yang bikin gue kesel itu, ternyata yang menjarkomin ke gue datangnya baru jam 9. Fuck Off ! dan ketibaan kawan HIPOTESA FEM IPB itu baru sampai sekitar jam setengah 10an. Ya Allah kalau tau begini mending gue kuliah dulu. Tapi Alhamdulillah walaupun ilmunya nggak dapat setidaknya absennya dapat.

Untungnya kekesalan itu Cuma sebentar. Setelah kawan HIPOTESA FEM IPB mulai memasuki parkiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Kami, HMJ IESP menjamu mereka dengan sangat hangat. Memang gue sangat salut dan memberikan apresiasi yang sangat kepada kepengurusan HMJ 2011. Mereka jauh lebih creative, innovative dan memiliki terobosan-terobosan yang bagus, jauh sekali dengan kepengeurusan tahun lalu. Seperti penjamuan inilah, mereka mengkonsep penjamuan tamu ini dengan baik. Sehingga kami bisa melakukan penjamuan tersebut dengan sangat baik dan hangat, Padahal disaat itu kami juga lagi sibuknya dengan acara-acara yang akan berlangsung minggu depan yaitu Diskusi Panel, LKTI dan Seminar Nasional. Tetapi berkat kesigapan pengurus 2011, HMJ IESP bisa menghandle semua ini. Aplause buat 2011 dan HMJ.
Dan acara penjamuan dimulai di depan gerbang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kami bersalaman dengan mereka dengan sangat hangat, sedikit berbincang-bincan, dan selalu didampingin dengan senyum dan tawa. Layaknya kami memiliki saudara senasib seperguruan dan memliki cita-cita yang sama.
Setelah itu kami menuntun mereka untuk masuk ke dalam gedung Labrotarium Fakultas EKonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kami sudah menyediakan ruangan kepada mereka untuk melakukan studi banding, sharing dan melakukan perbandingan dengan berbagai persamaan dan perbedaan keorganisasian kami. Acara didalam kelas tersebut diawali dengan sambutan Hendrix. Dia yang mengkonsep proses penjamuan ini. Dan sambutan ketua masing-masing organisasi HMJ dan HIPOTESA. Lalu sambutan oleh Ketua Jurusan, dan PD III. Acara-acara sambutan-sambutan tersebut, tidak seperti biasanya, dipenuhi dengan kata-kata yang humoris, menghibur namun tetap ada esensinya.
Kemudian tiba dengan acara membandingkan Keorganisasian kami, seperti struktur organisasi, Proker dan agenda-agenda selanjutnya yang akan dijalankan. Acara perbandingan keorganisasian tersebut berlangsung cukup khidmat, semua mata audience tertuju kepada berbagai profil dan proker yang disajikan oleh masing-masing ketua Himpunan. Namun harus diakui memang HIPOTESA masih jauh lebih baik dibandingkan dengan HMJ IESP. Menurut saya dalam berbagai hal Organisasi kami masih kalah jauh, Ya mungkin dikarenakan gue juga dimana gue sebagai staff yang kurang professional dalam berorganisasi. Namun, HMJ IESP juga memiliki nilai plus yang tidak dimiliki oleh HIPOTESA, yakni pelaku keorganisasian Himpunan kami digerakkan oleh angkatan 2010 dan 2011, ya tidak disangka-sangka oleh gue maupun dengan teman-teman yang lain. Ternyata Kepengurusan HMJ 2010 dan 2011 itu menjadi nilai plus buat kami dan kawan HIPOTESA ternyata sangat kagum dengan kepengurusan kami, dimana kepengurusan mereka adalah gabungan dari 2009, 2010, dan sedikit dari 2011. Setidaknya dari hal ini kami memiliki nilai plus atau keuntungan komparatif dibandingkan dengan kawan Hipotesa. Tapi gue juga begitu kagum dengan penjabaran berbagai profil dan proker yang disajikan oleh Kawan HIPOTESA. Pokoknya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata apalagi tulisan. Mungkin kata “Awesome” sudah cukup untuk menggambarkan tentang profil dan berbagai Proker HIPOTESA yang mereka presentasikan.
Ya dikarenakan acara sudah “ngaret” sejak awal, maka acara selanjutnya di pause terlebih dahulu untuk sholat jumat, dan makan siang. Karen ague sholat jumat diluar kampus, jadinya gue tidak punya waktu untuk bercengkerama dengan kawan-kawan IPB. Kenapa sholat jumat diluar kampus ? jawabannya simple, lebih pewe. Tetapi waktunya lebih cepat. Jadinya gue nggak ada waktu untuk bercengkerama dengan mereka, tapi yang jelas banyak teman-teman gue pada bercengkerama dengan mereka. dan kedua belah pihak sangat membuat rasa nyaman untuk masing-masing pihak.
Seusai dengan waktu sholat jumat dan makan siang, acara penyambutan kawan HIPOTESA IPB pun dilanjutkan dengan acara Diskusi Panel. Ya diskusi panel merupakan suatu acara yang sering diadakan oleh jurusan himpunan kami dan BEM fakultas kami. Acara ini esensinya ditujukan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman ekonomi dan sosial untuk mahasiswa ekonomi. Konsep acara diskusi panel kadang-kadang berbeda dari satu acara ke acara lainnya. Ada yang seperti mini Seminar, ada juga Mahasiswa yang sebagai pembicara. Pada acara diskusi panel dalam penyambutan HIPOTESA IPB bertemakan dengan Industrialisasi VS Pertanian dalam konteks Negara Indonesia. Judul klasik yang selalu jadi perdebatan dari dulu sampai saat ini, namun tetap tema yang menggiurkan. Mungkin saja kawan dari HMJ 2011 mengusung tema ini karena yang datang adalah dari Mahasiswa IPB (Institute Perbankan/Pertanian Indonesia) jadi sesuai dengan tema tersebut.
Konsep acara diskusi panel tersebut pun mennyesuaikan tema yang dipilih. Jadinya terdapat 2 kubu yaitu kubu Pro Pertanian dan yang kedua Pro Industrialisasi. Sungguh, acara diskusi kecil ini dalam lingkup satu kelas berlangsung sangat ramai dan khidmat, dan tetap tertib. Terdapat banyak berbagai pendapat dan sanggahan yang dikeluarkan baik itu mahasiswa Universitas Diponegoro maupun Mahasiswa IPB. Walaupun tema klasik banyak perang pemikiran, tapi sayangnya saja ada saja yang mengeluarkan pendapat yang seharusnya tidak patut dikeluarkan, dan ada juga pendapat yang cenderung 100% textbook. Tapi kurang lebih dari acara ini saya bisa menilai 85, sudah dapat A untuk acara ini. 10 nya adalah karena acara ini berjalan terlalu cepat, ya tidak bisa disalahkan, karena waktu yang memanggil. Dan 5 nya adalah kewajaran, tidak ada nilai sempurna untuk seseuatu apapun. Anggap saja yang 5 itu adlaah Disturbance. Why Not ?
Acara diskusi tersebut sangat membuka wawasan kami sebagai mahasiswa, dan meningkatkan pemahaman kita juga terhadap berbagai problematika yang terjadi diantara sektor unggulan Indonesia ini. Tidak ada yang menang dalam diskusi tersebut, kalau menurut gue tidak ada yang pantas menang untuk kedua kubu tersebut. Bukan karena pemmahaman Mahasiswa. Gue pun termasuk mahasiswa yang memiliki pemahaman yang kurang. Tapi kalau menurut gue kenapa tidak ada yang menang dalam diskusi tersebut adalah tema itu sendiri. Industrialisasi VS Pertanian. Walaupun gue masih amatir, setidaknya gue memiliki pandangan sendiri tentang kedua sektor ini. setidaknya ini pendapat gue, setuju atau tidak masing-masing memiliki pandangan dan bobot pemahamannya sendiri. Ya menurut gue dalam konteks Negara Indonesia kita tidak bisa beridealis untuk memilih satu diantara kedua sektor ini untuk diprioritaskan dalam pembangunan ekonomi. Memang sangat tidak realistis pemikiran gue yang mendukung kedua sektor ini untuk diprioritaskan sebagai pembangunan ekonomi, sebagai motor penggerak perekonomian. Jelas, memprioritaskan satu sektor pertanian saja itu sudah berat, apalagi kedua sektior tersebut. Tapi gue berpikir, lebih tidak realistis kalau kita hanya memfokuskan satu sektor saja, katakanlah sektor industrialisasi saja. Semua orang Indonesia terlebih mahasiswa Ekonomi tahu kalau Indonesia merupakan Negara agraris, dimana Indonesia memiliki potensi bidang pertanian yang sangat tinggi, dan berkontribusi besar terhadap PDB Negara Indonesia. Mau dikemanakan sektor Pertanian Indonesia kalau kita tidak memberikan prioritas kepada sektor ini, Sektor pertanian juga menyerap banyak lapangan kerja. Potensi sektor pertanian Indonesia yang begitu tinggi, dan julukan sebagai Negara agraris sektor ini sudah sejak lama memberikan berbagai kebutuhan primer untuk masyarakat Indonesia, jadi sangat tidak mungkin dengan begitu terhamparnya potensi pertanian Indonesia yang masih bisa di optimalkan tetapi tidak diprioritaskan karena mendahulukan sektor industry. Menurut gue Sektor pertanian harus prioritas utama. Nomor 1 yang harus diprioritaskan. Bagaimana dengan sektor Industri ? sama ! kalau sektor pertanian adalah nomor 1 yang harus diprioritaskan sektor industry kalau menurut gue adalah nomor 1`. Mengapa ? karena menurut gue sektor Industri adalah suatu syarat yang harus ditempuh oleh Negara Indonesia—mungkin juga Negara berkambang—untuk melakukan suatu pembangunan ekonomi. Industri suatu Negara berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan industry-industri akan meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia. Sektor Industri juga bisa berkontribusi juga dalam membuat nilai tambah pada output komoditas pertanian. Kalau terjadi suatu trade off pembangunan kawasan industry terhadap lahan pertanian. Ya menurut gue permasalahan ini juga sudah diluar batas pemahaman gue, tapi setidaknya gue punya anggapan, seharusnya pembangunan suatu kawasan industry tidak seharusnya mengorbankan lahan-lahan yang produktif, seharusnya menggunakan lahan yang sudah tidak produktif lagi. Jika suatu keadaan terpaksa untuk mendirikan suatu kawasan industry di lahan pertanian yang produktif, dikarenakan faktor bahan baku. Seharusnya pembangunan ini sudah memperhitungkan berapa biaya yang akan ditanggung dalam pembangunan industry tersebut, juga biaya yang dikorbankan terhadap lahan pertanian tersebut. Seberapa besar output atau hasil ekonomi yang bisa diberikan oleh lahan yang produktif tersebut terhadap perekonomian, khususnya perekonomian local. Apakah pembangunan industry dan kegiatan produksi tersebut senilai dengan apa yang dapat disumbangkan oleh lahan pertanian tadi ? kalau hasilnya senilai kenapa tidak ? setidaknya inilah pemikiran textbook gue. Namun sepertinya yang telah terjadi dalam pembangunan industry baru sepertinya tidak hanya dipengaruhi penjelasan trade off. Ada hal lain yang memberikan pengaruh terhadap pendirian pabrik-pabrik tersebut. Dan penjelasan seperti ini sudah diluar pemahaman gue, dan berharap suatu saat gue akan lebih mengerti problematika seperti ini.
Acara selanjutnya pada hari jumat tanggal 28 oktober tersebut adalah dengan acara dadakan dokumentasi. Ya kawan HIPOTESA sepertinya tidak rela menyia-nyiakan waktunya ketika di semarang khususnya FEB Universitas Diponegoro. Ya mereka melakukan dokumentasi foto-foto baik dengan kawan sesama HIPOTESA ataupun dengan kawan HMJ, dari HMJ pun juga tidak kalah untuk ikut-ikutan berfoto-foto ria. Sepertinya mereka semuanya termasuk gue didalamnya tidak mau melewatkan kebersamaan dengan kawab baru tersebut. acara-acara dadakan tersebut terbilang cukup lama, karena semua orang ingin mengabadikan dirinya dalam kebersamaan tersebut.
Dan acara selanjutnya adalah field trip kampus, dimana kami mengajak tamu kami untuk field trip keliling fakultas, namun hal ini tidak terlaksana dengan baik, dikarenakan keterbatasan fisik dan waktu akhirnya kami hanya melanjutkan dokumentasi kami sembari istirahat sejenak dan sholat dan sedikit sharing untuk perihal tentang kampus untuk menunggu trip mereka selanjutnya untuk ke Jogja. Dan acara terakhir pun adalah fieldtrip semarang mereka yang dipandu oleh kawan dari HMJ department 4. Kawan department 4 memandu mereka untuk berkunjung ke kawasan etnis china di semarang, Sam Po Kong.
Ya berdasarkan penjabaran diatas yang diinspirasikan sendiri dari pengalaman gue, gue menyatakan bahwa Hari Jumat 28 Oktober 2012 adalah hari jumat terbaik di Semarang, nggak tahu kenapa ada perasaan sedih juga pas mereka mau meninggalkan Semarang, padahal gue aja belum kenal pada semuanya. Hanya Allah yang tahu perasaan ini, dan tanpa disangka mereka trip mereka dan jamuan kami menambah kecintaan gue terhadap Ilmu Ekonomi, sekaligus menyadarkan gue, bahwa persaingan dunia ini semakin ketat. Dan hal ini menyadarkan gue untuk lebih bersiap diri untuk masa nantinya. 
HMJ IESP FEB UNDIP & HIPOTESA FEM IPB

Catatan :
1.      Tulisan ini didedikasikan untuk kawan HIPOTESA FEM IPB dan HMJ IESP FEB UNDIP.
2.      Terinspirasi karena hari jumat terbaik di semarang
3.      Terdapat sedikit pendapat pribadi terhadap tema yang diusung pada acara diskusi panel
“Jumat 28 Oktober 2012 adalah jumat terbaik di Semarang”