Archive for April 2013

Komitmen Dalam Pembangunan Ekonomi

Pada tahun 2011, tercatat Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1% (Data BPS). Secara data, angka tersebut merupakan suatu prestasi bidang ekonomi yang dicapai oleh pemerintahan Indonesia pada era reformasi, selain pada tahun 2008, dimana perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan paling tinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yakni, sebesar 8,3%. Tetap saja pada dasawarsa ini, setidaknya pemerintah era reformasi mampu menempatkan Indonesia di perkumpulan Negara-negara G20. Sebuah prestasi yang sangat hebat, dimana pada tahun 1998/1999 Indonesia mengalami krisis hebat, dan pada tahun 2008 Indonesia berhasil menghindari krisis global.
Belum lagi dengan prediksi para ekonom-ekonom dewasa ini, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 akan mencapai 6,6%. Hal ini mencerminkan, perekonomian Indonesai dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi (GDP) sudah mengalami kekonsistenan dalam pembangunannya.
Tapi sepertinya kita lupa tentang 2 hal yang sangat menghantui perekonomian Indonesia. Dua hal yang masih menjadi masalah serius didalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Kemiskinan dan Ketimpangan. Pada tahun 2011 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih sekitar 29,89 juta jiwa.

Read more »

Pendidikan, Ijazah, dan Tanggung Jawab Moral Mahasiswa Serta Proyeksinya di tahun 2020

Pendidikan merupakan aspek penting pembangunan bangsa. Tanpa Pendidikan tidak akan ada datangnya suatu pandangan hidup, ideology, pemikiran, dan kreatifitas, dan inovatif. Tetapi pentingya aspek pendidikan tersebut, tidak didorong dengan kesadaran manusia terhadap pendidikan, baik itu mereka yang menuntut pendidikan atau mereka yang memiliki amanah untuk mendidik masyarakat.
Disini gue berpikir kalau pendidikan bukan hanya sebagai human investment saja. Ada beban tanggung jawab bagi seseorang yang sudah mengenyam pendidikan. Tapi kesadaran umum masyarakat ini membuat pendidikan terfokus pada fungsi Human Investment. Dan khususnya sebagai mahasiswa, cari pekerjaan itu susah makanya mereka kuliah setidaknya memudahkan mereka untuk mencari kerja. Ya hal ini ada di benak masing-masing individu, gue nggak berhak untuk terlalu jauh mencampuri urusan yang satu ini. tetapi gue mencoba untuk realistis aja. Emang gue juga butuh izajah S1 gue nanti untuk memudahkan dalam mencari kerja. Butuh banget malahan. Sarjana yang menganggur banyak, nggak mungkin buat gue kalau gue bilang “gue nggak butuh Izajah S1”. Walaupun dalam motivasi kuliah gue, bukan izajah yang utama melainkan emang dasarnya gue ingin belajar, gue suka, gue ingin meningkatkan pengetahuan tapi Izajah lah yang memiliki peranan tinggi dalam kegiatan kuliah gue di Semarang. Izajah sebagai kunci disini. Tapi gue mencoba untuk tidak terlalu ketergantungan sama Izajah tersebut, karena sesuai motivasi awal gue pergi ke Semarang, yaitu gue emang ingin kuliah Ekonomi, dan emang gue ingin memperluas pemahaman gue terhadap ilmu Ekonomi.

Read more »

Resume dan Komentar terhadap jurnal “Dampak Arus Modal Asing Terhadap Tabungan Domestik” Sri Nawatmi



Secara teori pertumbuhan ekonomi, akumulasi kapital merupakan salah satu unsur pembentuk pertumbuhan ekonomi. Dimana akumulasi kapital sendiri didapat dari tabungan masyarakat (S = Y-C). Adanya tabungan dari masyarakat akan membentuk suatu akumulasi modal yang nantinya modal itu akan melakukan investasi. Sedangkan secara teori juga, bahwa investasi merupakan salah satu unsur yang wajib dalam pertumbuhan ekonomi [Y ≡ C+I+G+(NX)].  Investasi menjadi salah satu kata kunci dalam setiap upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi perluasan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan penanggulangan kemiskinan. Baiknya suatu pertumbuhan ekonomi lebih didorong dengan Investasi yang tinggi daripada tingkat konsumsi yang tinggi. Karena melalui peningkatan kegiatan investasi, baik dalam bentuk akumulasi kapital domestic maupun luar negeri, akan menjadi pengungkit yang sangat dibutuhkan bagi suatu Negara dalam menggerakkan mesin ekonomi mengawali pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sering kali para pengambil kebijakan memprioritaskan kebutuhan akan investasi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, namun investasi yang dibutuhkan tersebut, juga memerlukan tingkat tabungan yang tinggi pula. Disinilah para pengambil kebijakan berusaha untuk meningkatkan tingkat bunga domestic.

Read more »