Resume dan Komentar terhadap jurnal “Dampak Arus Modal Asing Terhadap Tabungan Domestik” Sri Nawatmi

by



Secara teori pertumbuhan ekonomi, akumulasi kapital merupakan salah satu unsur pembentuk pertumbuhan ekonomi. Dimana akumulasi kapital sendiri didapat dari tabungan masyarakat (S = Y-C). Adanya tabungan dari masyarakat akan membentuk suatu akumulasi modal yang nantinya modal itu akan melakukan investasi. Sedangkan secara teori juga, bahwa investasi merupakan salah satu unsur yang wajib dalam pertumbuhan ekonomi [Y ≡ C+I+G+(NX)].  Investasi menjadi salah satu kata kunci dalam setiap upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi perluasan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan penanggulangan kemiskinan. Baiknya suatu pertumbuhan ekonomi lebih didorong dengan Investasi yang tinggi daripada tingkat konsumsi yang tinggi. Karena melalui peningkatan kegiatan investasi, baik dalam bentuk akumulasi kapital domestic maupun luar negeri, akan menjadi pengungkit yang sangat dibutuhkan bagi suatu Negara dalam menggerakkan mesin ekonomi mengawali pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sering kali para pengambil kebijakan memprioritaskan kebutuhan akan investasi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, namun investasi yang dibutuhkan tersebut, juga memerlukan tingkat tabungan yang tinggi pula. Disinilah para pengambil kebijakan berusaha untuk meningkatkan tingkat bunga domestic.

            Indonesia sebagai Negara yang sedang berkembang, sangat memerlukan unsur Investasi dalam pertumbuhan ekonomi. Namun yang menjadi dilema disini adalah tingkat tabungan swasta yang masih rendah belum bisa mencukupi kebutuhan Investasi Indonesia. Maka untuk membantu pembiayaan investasi tersebut, para pembuat kebijakan membutuhkan modal asing untuk menutupi kesenjangan pembiayaan pembangunan. Masalah lain pun muncul, apakah dengan melakukan penambahan modal asing untuk meningkatkan investasi mempengaruhi tingkat bunga domestic. Apakah modal asing tersebut sebagai substitusi tabungan domestic untuk meningkatkan investasi atau sebagai pelengkap, baik itu pengaruh dalam jangka pendek atau jangka panjang.
Berdasarkan jurnal “Dampak Arus Modal Asing Terhadap Tabungan Domestik” memberikan kita pandangan bahwa dari keempat variabel bebas yang paling mempengaruhi adalah tingkat Produk Domestik Bruto (PDB). Namun terjadi inkonsistensi dari hasil pengaruh tersebut. Pada jangka panjang PDB berpengaruh negative terhadap tingkat bunga domestic, padahal pada jangka pendek PDB berpengaruh positive. Jadi pada jangka pendek pengaruhnya sesuai dengan teori namun dalam jangka panjang hasil jurnal tersebut bertentangan dengan teori yang ada.
Variabel bebas, yang secara teori sangat berpengaruh positif yaitu Utang Luar Negeri dan Penanaman Modal Asing ternyata tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat tabungan domestic. Hal ini juga bertentangan dengan teori. Dan ternyata terjadi penyimpangan asumsi klasik yaitu pada uji normalitas, pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ahsil estimasi menunjukkan fakta yang sebenarnya atau tidak.
Sehingga kita belum benar-benar tahu apakah dengan adanya arus modal asing, itu berpengaruh negative terhadap Tabungan domestic di Indonesia yang dampak langsungnya adalah mensubstitusikan tingkat bunga domestic dengan arus modal asing atau bersifat pelengkap dalam membiayai investasi yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi.
Menurut kami, ada 2 variabel yang seharusnya bisa ditambahkan kedalam variabel bebas. Yaitu, Investasi Portofolio dan Investasi langsung. Karena kedua bentuk investasi tersebut, termasuk jenis-jenis aliran modal internasional dan bisa saja hal ini memiliki pengaruh postif terhadap tingkat bunga domestic. 

 Oleh Aris Caesar Kurnia Jaya (Memenuhi Tugas Ekonomi Internasional 2)