Archive for June 2013

Perubahan Pemikiran Ekonomi Neo-Klasik

Buku-buku textbook ekonomi menjelaskan bahwa perekonomian Neoklasik mengasumsikan kalau aktivitas-aktivitas ekonomi didasarkan oleh pemikiran-pemikiran rasional dari para pelakunya. Pelaku ekonomi—produsen dan konsumen—selalu didasarkan atas benefit tertinggi yang diperoleh dari suatu aktivitas perekonomian. Hal ini sesuai dengan teori yang ada dan hingga saat ini pemikiran tersebut masih dipelajari oleh Mahasiswa-mahasiswa ekonomi. Sisi rasional produsen dapat dapat diukur melalui penjelasan yang terkenal dari Law of Diminishing Return, dimana dalam memproduksi suatu barang, produsen harus berpikir rasional seberapa banyak barang yang harus diproduksi agar mencapai keuntungan yang maksimal. Tidak berbeda jauh dari sisi konsumen, bahwa tindak-tanduk perkonomiannya juga didasarkan atas kerasionalitas seseorang. Ekonom, Neoklasik sangat percaya bahwa barang-barang yang akan dikonsumsi oleh konsumen semuanya didasarkan atas kebutuhan mereka atas barang tersebut.
Kedua sisi tersebut pun saling dipertemukan oleh Ekonom yang ktia kenal sebagai Bapak Neoklasik, Alfred Marshall, bahwa perekonomian akan mencapai keseimbangan ketika kedua sisi tersebut saling bertemu dan saling tarik ulur dalam perkeonomian. Contoh mudahnya adalah setiap produsen ingin menjual barangnya dengan harga tinggi namun konsumen menginginkan harga yang rendah. Sehingga jika kedua sisi tersebut dipertemukan akan terjadi proses tarik ulur untuk harga yang saling memuaskan keduabelah pihak.  

Read more »

Ikhlas

Finally, gue dapet inspirasi yang benar-benar nyata, dan gue masih bisa memperhias blog gue ini yang semoga dengan postingan yang bermanfaat. Ya kali ini gue baru aja mendapatkan suatu inspirasi untuk menambah jumlah postingan di blog tercinta ini. sebelumnya gue pernah mendapatkan Inspirasi dari sebuah Quote indah, yakni “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, Hari esok harus lebih baik dari hari ini.” dimana di postingan tersebut gue menuliskan apa yang gue pikirkan berdasarkan imajinasi ekstrim gue dan hasilnya gue berhasil menuliskan dengan sejumlah 1295 kata, nyaris 1300 kata. Wow. Hehehe :D
Tapi beda untuk hal ini. Kali ini gue nggak menceritakan Imajinasi gue, dan gue dapat inspirasi menulis ini dari satu kata yakni Ikhlas. Juga didorong, oleh sebuah twit yang sangat nyesss banget kalau buat gue. Ya iniliah twitnya kawan-kawan :

Read more »