Archive for August 2014

Hidup dalam Stigma Negatif itu Tidak Enak


Salah satu hal paling ngeselin di dunia ini ya seperti itu, terkadang kita harus menerima omongan orang terhadap kita yang padahal nggak seperti itu adanya. Kita selalu dipandang buruk gara-gara sesuatu yang sebenarnya kita nggak seperti apa yang diomongkan orang, giliran kita mencoba untuk membicarakan yang sesungguhnya dan sedetil-detilnya tentang diri kita, tapi orang lain tidak peduli. Ya namanya juga sudah ter-mindset. Bebas. Ini juga karena salah satu buruknya megeneralisasikan seseuatu yang belum tentu umum.
Contoh umumnya tuh, ketika orang islam dipandang teroris. Fenomena terorisme mulai akrab di liput media awalnya dari hancurnya gedung WTC di New York tahun 2001. Mulai dari situ banyak kalangan yang mulai penasaran dengan islam dan terorisme, dan kerap kali khalayak umum memberi kesimpulan kalau terorisme itu ulah dari orang islam. Sejak itulah, orang islam selalu dipandang buruk, teroris dan bodoh. Iya bodoh juga, karena sebagian besar umat islam hidup di negara-negara sedang berkembang, dan negara sedang berkemabng tidak jauh dari permasalahan kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Mungkin ada benarnya kalau ada sebagian warga islam yang terkait langsung dengan terorisme, tapi sekali lagi hanya sebagian. Tidak seluruhnya. Kan nggak enak kalau seperti itu. 

Analoginya seperti ini, ketika seorang anak memiliki ayah maling dan mantan narapidana, tapi anak tersebut memiliki jalan yang berbeda, dia orang baik sering ngaji dan rajin ke sekolah, tapi apa tanggapan yang sering terjadi di lingkungan ? “eh ada anak Napi eh ada anak Napi” Sumpah itu Sakit men. Sebisa-bisanya tuh anak bicara kalau anak tersebut tidak seperti ayahnya tetap aja orang lain tidak peduli, mereka hanya peduli kalau anak tersebut anak seorang napi. Hidup emang keras. Sama seperti umat islam sekeras apapun sebenar apapun, mereka nggak mau tau, mereka nggak peduli yang jelas islam itu teroris. Itu cukup buat mereka.

Read more »

Ilmu Ekonomi, Ilmu yang Membuat Seseorang Menjadi Pelit ?


Ungkapan tersebut sangat tidak asing terucap. Hampir berbagai kalangan juga sering mengungkapkan kata-kata tersebut walaupun dengan bentuk pernyataan yang lain. Intinya banyak yang menganggap bahwa Ilmu Ekonomi membuat seseorang menjadi kikir, individualis, atau segala sesuatunya selalu diperhitungkan. Tapi tahukah kalian, walaupun ungkapan tersebut terkesan biasa saja, namun cukup menyakitkan hati bagi seseorang yang telah mendalami dan mengeksplorasi Ilmu Ekonomi.

Kenapa ?

Mungkin sedikit ada benarnya, namun karakter pelit bukanlah karakter yang ditanamkan dari Ilmu Ekonomi. Ilmu Ekonomi mengajarkan kepada yang mendalaminya terutama untuk berfikir rasional. Ilmu Ekonomi mengajari cara berperilaku secara efisien. Ilmu Ekonomi membentuk manusia lebih kritis terhadap apa yang benar-benar menjadi kebutuhannya daripada keinginannya. 

Read more »

Tebalnya topeng Manusia

Hmmm.. sampai kapan manusia bisa bebas berekspresi dan berinteraksi dengan menjadi identitas dirinya sendiri. Manusia sudah terlalu menikmati karakter ciptaan-nya sendiri dibandingkan karakter original dirinya sendiri, karakter sebagai Fitrah dari yang Maha Kuasa. Hmmm.. atau mungkin cara manusia menikmati karakter ciptaan-nya sendiri adalah Fitrah yang diberikan yang Maha Kuasa. Tidak ada yang tahu, semuanya menjadi misteri tersendiri. Hanya hati kecil dari seseorang dan Tuhan yang tahu. 

Karena menjadi diri sendiri adalah dengan menjadi karakter lain ..