Selfish dan Ilmu Ekonomi

Sebelumnya gue pernah menulis tentang kodrat ilmu ekonomi. Mari kita sedikit review, intinya ilmu ekonomi merupakan merupakan ilmu sosial/humaniora. Manusia sebagai objek dari berbagai kajian ilmu ekonomi. Serumit apapun itu model matematika dan model ekonometrika, dan kerumitan berbagai analisis data dari ilmu statistik tidak akan sanggup merubah kodrat ilmu ekonomi sebagai salah satu ilmu sosial. Se“tomboy-tomboy”nya perempuan pun tidak akan merubah dia sebagai laki-laki. 

Oleh karena itu, dalam perumusan kebijakan mengenai ilmu konomi, harus dimulai dengan kepekaan. ekonom harus peka terhadap lingkungan sosial. Bukan berarti mengarah golongan “kiri” (baca: Sosialisme), namun lebih melihat bagaimana seorang ekonom menjawab/mencari jawaban mengenai problematika ekonomi, tidak hanya mendahulukan sifat selfish-nya. Sebab jika dalam perumusan kebijakan ekonomi, lebih mengedepankan kompetisi diantara para ekonom dan memiliki tingkat selfish yang tinggi maka yang dikhawatirkan berbagai kebijakan ekonomi yang dirumuskan akan salah sasaran atau keliru. Perlu ditekankan lagi, bahwa kodrat ilmu ekonomi adalah ilmu sosial/humaniora, maka kebijakan yang salah sasaran atau keliru 250 juta orang Indonesia yang menanggung kerugian.

Read more »